1.181 JCH Gorontalo Berangkat ke Jeddah Mulai Pekan Depan

1.181 JCH Gorontalo Berangkat ke Jeddah Mulai Pekan Depan

18/07/2019 20:14 0 By Alex

Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim didampingi Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar Agus Priyanto (kedua kiri), General Manager PT. Angkasa Pura Makassar Wahyudi (kiri) dan yang mewakili Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, memimpin rapat pemantapan pemberangkatan jemaah haji di Asrama Haji Gorontalo, Kamis (18/7/2019).

Hulondalo.id – Jika tak ada aral melintang, pemberangkatan 1.181 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Gorontalo ke tanah suci Mekkah akan dilaksanakan pekan depan.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Gorontalo pun terus mematangkan segala persiapanya, mulai dari asrama haji hingga penerbangan dari Gorontalo menuju Makassar dan ke Jeddah, Arab Saudi.

“Kita akan berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah sejak pemberangkatan hingga pemulangan nanti,” tegas Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat memimpin rapat pemantapan pelaksanaan haji di Asrama Haji Gorontalo, Kamis (18/7/2019).

Sebelumnya, pada musim haji 1440 Hijriah terdapat 1.181 JCH asal Gorontalo ditambah 13 petugas kloter. JCH Gorontalo dibagi dalam 3 kloter, yaitu Kloter 27 untuk JCH asal Kota Gorontalo, Kloter 29 untuk JCH asal Kabupaten Gorontalo, Pohuwato dan Bone Bolango, serta Kloter 34 gabungan jemaah haji asal Kota Gorontalo, Bone Bolango, Boalemo dan Gorontalo Utara dengan jemaah haji Provinsi Sulawesi Selatan.

Pemberangkatan jemaah haji Gorontalo akan diawali oleh Kloter 27 UPG yang dijadwalkan akan memasuki Asrama Haji Gorontalo pada tanggal 25 Juli 2019 pukul 14.00 Wita. Selanjutnya, keesokan harinya pukul 14.20 Wita, 450 JCH ditambah 5 petugas Kloter akan diberangkatkan dari bandara Djalaludin Gorontalo menuju bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan kemudian diberangkatkan ke Jeddah di hari yang sama pada pukul 20.20 Wita.

Sementara untuk Kloter 29 dan 34 masing-masing akan masuk ke Asrama Haji Gorontalo pada tanggal 27 dan 30 Juli 2019, dan selanjutnya diberangkatkan dari Makassar menuju Jeddah pada tanggal 28 Juli dan 31 Juli 2019.

Terkait pemberangkatan jemaah haji, Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, Agus Priyanto menekankan pentingnya untuk memberikan pembekalan kepada jemaah haji secara terstruktur, sistematis dan masif. Ini penting untuk menghindari keterlambatan pemberangkatan. Menurutnya, jika keterlambatan terjadi sejak pemberangkatan di Gorontalo, pasti akan berimbas di bandara Makassar dan juga di Jeddah.

“Seluruh proses pemberangkatan sudah siap, apalagi panitianya itu-itu saja dan sudah berpengalaman. Tetapi setelah kita analisa, yang menjadi permasalahan adalah jemaah hajinya yang baru. Seperti larangan barang-barang yang tidak boleh dibawa oleh jemaah, ternyata ini tidak sesuai harapan kita, bahkan kompor pun dibawa. Ujung-ujungnya akan menyebabkan delay. Oleh karena itu pembekalan kepada jemaah harus dilakukan berulang-ulang,” tandas Agus.(usman)