1.708 GTT Gorontalo Ikut Uji Kompetensi, Wahyudin: Ini Bukan Soal Menggugurkan

1.708 GTT Gorontalo Ikut Uji Kompetensi, Wahyudin: Ini Bukan Soal Menggugurkan

04/02/2021 14:02 0 By Alex

Guru Tidak Tetap (GTT) Gorontalo Uji Kompetensi

Upacara Hari Guru yang diikuti oleh guru-guru SMA/SMK/SLB se Provinsi Gorontalo sebelum pandemi Covid-19, beberapa waktu silam. (F. Dok. Kominfo).

Hulondalo.id – Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo melakukan uji kompetensi bagi sedikitnya 1.708 Guru Tidak Tetap (GTT).

Nantinya, uji kompetensi ini akan menentukan apakah GTT akan dipekerjakan kembali dan atau dipindahkan ke sekolah lain sesuai dengan kebutuhan guru di SMA/SMK/SLB.

“Uji kompetensi ini bukan fokus pada kelulusan atau menggugurkan, tapi akan menilai kompetensi dan linieritasnya,” ujar Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Wahyudi Katili, Rabu (3/2/2021).

Menurutnya, tujuan pelaksanaan uji kompetensi ini untuk melihat sejauh mana kualitas guru dalam melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

“Jangan sampai terjadi kemerosotan. Bisa juga ada yang tidak digugurkan tapi karena jam belajar sudah terpenuhi di sekolah A dan kurang di sekolah B, maka dilakukan pengisian silang,” sambung Wahyudin.

Dikatakan Wahyudin pula, tantangan guru dalam proses belajar mengajar saat ini semakin besar di tengah pandemi Covid-19.

Cara-cara belajar mengajar konvensional sudah harus diganti dengan inovasi dan pendekatan yang baru untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga.

“Kita berharap ada hal-hal yang sifatnya tidak biasa dilakukan guru kita. Kalau selama ini terpaku mengajar di depan kelas dengan pendekatan yang konvensional, maka di era ini ada inovasi dan pembelajaran yang bermakna. Kita tidak mengejar tuntasnya kurikulum, kita tuju adalah pembelajaran yang bermakna,” ujar dia.

Seleksi berkas GTT sudah dilakukan sejak Rabu pekan lalu. Mereka akan diuji melalui metode wawancara dan proses belajar mengajar. Waktu pelaksanaan bervariasi dimulai sejak Selasa dan berakhir Jumat besok.

“Seleksi ini tidak dibuka untuk guru yang baru masuk atau guru pengganti. Kita masih fokus untuk GTT yang sudah mengajar paling tidak sejak tahun 2020 lalu,” tandasnya.(adv/alex)