100 Tenaga Kerja Konstruksi Bone Bolango Ikut Uji Sertifikasi

100 Tenaga Kerja Konstruksi Bone Bolango Ikut Uji Sertifikasi

29/07/2019 22:24 0 By Alex

Bupati Bone Bolango Hamim Pou saat penyematan tanda peserta kepada perwakilan tenaga kerja jasa konstruksi pada Bimtek dan uji sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Senin (29/7/2019).

Hulondalo.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bone Bolango bekerjasama dengan Balai Jasa Kontruksi Wilayah VI Makasar, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementrian PUPR terus meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang konstruksi melalui bimbingan teknis (Bimtek) dan uji sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Kegiatan yang diikuti 100 tenaga kerja konstruksi yang ada di Bone Bolango tersebut dibuka secara resmi Bupati Hamim Pou di The Auditorium Bone Bolango, Senin (29/7/2019).

Bupati Bone Bolango Hamim Pou berharap lewat Bimtek dan uji sertifikasi ini, semakin banyak tenaga-tenaga kerja konstruksi di Bone Bolango yang terampil dan memiliki sertifikasi. Menurut dia, pemberian sertifikat melalui uji kompetensi ini, tentu menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah yang ingin rakyatnya, terutama tenaga kerja konstruksi menjadi terampil, maju, dan sejahtera.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga bahkan melindungi para pekerja sektor informal atau tenaga kerja konstruksi maupun tukang-tukang ini dengan program BPJS Ketenagakerjaan.

“Di Gorontalo yang paling banyak pekerja sektor informal yang dilindungi dan dibayarkan iurannya oleh pemerintah daerah adalah di Kabupaten Bone Bolango kurang lebih 30 Ribu,” kata Bupati Hamim Pou.

Jika pekerja yang masuk dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai oleh pemerintah daerah dan mengalami kecelakaan kerja sementara melaksanakan pekerjaan, maka semua biaya perawatan dan pengobatannya itu ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan jika terjadi resiko meninggal dunia, maka ahli warisnya akan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Lebih lanjut Hamim mengatakan, tahun depan para tenaga kerja konstruksi yang mengikuti uji sertifikasi ini akan diberikan modal usaha untuk pembelian peralatan kerja.

“Jadi sudah ada sertifikat kompetensi keahlian di bidang konstruksi dan juga dapat modal usaha untuk memulai kerja,” tutur Hamim.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Bone Bolango Nirwan Utiarahman didampingi Sekretaris Dinas Zulfahmid Lalijo menjelaskan, pelaksanaan kegiatan Bimtek dan uji seritifikasi tenaga kerja kontruksi ini merupakan amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi, dimana setiap tenaga kerja yang bekerja di bidang konstruksi harus memiliki sertifikat dan bagi perusahaan dan tenaga kerja yang tidak mempekerjakan orang bersertifikat akan dikenakan sanksi, mulai dari administrasi hingga penghentian pekerjaan.

Nirwan menambahkan, salah satu bagian penjaminan mutu tenaga kerja konstruksi ditandai dengan bukti kemampuan dalam bentuk sertifikat kompetensi. Adapun tujuan dari pelaksanaan Bimtek dan uji sertifikasi ini, yakni menjadikan tenaga kerja konstruksi yang terampil, terlatih dan bersertifikat. Selain itu, sebagai pengakuan dan perlindungan hukum atas profesinya.(alex/humas-AKP)