15 Juli, Gerakan Klik Serentak Siap Digelar, KPU: Tanda Dimulainya GCS

15 Juli, Gerakan Klik Serentak Siap Digelar, KPU: Tanda Dimulainya GCS

14/07/2020 19:39 0 By Jeffry

 

Anggota KPU Bone Bolango, Sofyan Djama dan Humairoh U. Tipuwo

Hulondalo.id –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone Bolango mulai melakukan persiapan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) tahapan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih Pilkada serentak 2020.

Namun, sebelum proses coklit dilaksanakan, KPU akan menggelar Gerakan Klik Serentak (GKS) yang akan dilaksanakan Rabu, (15/7/2020).

“Ini serentak dilaksanakan di 309 daerah Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pilkada Serentak Lanjutan,” kata Komisioner KPU Bone Bolango, Sofyan Djama, Selasa (14/7/2020).

Menurutnya, GKS ini sejatinya mengajak masyarakat untuk mengunjungi laman website lindungihakpilihmu.kpu.go.id yang bisa diakses melalui android.

“Melalui GKS ini, nantinya masyarakat dapat lebih mudah mengecek namanya apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum,” ucap Sofyan.

Sementara itu, anggota Komisioner KPU Bone Bolango Humairoh U. Tipuwo menambahkan, pelaksanaan Gerakan Klik Serentak pada 15 Juli, akan dipantau KPU RI. Dan nantinya KPU akan mengumumkan masyarakat di daerah mana yang paling banyak mengunjungi laman website tersebut.

“Nah, KPU di daerah diminta untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat tentang GKS ini, karena ini nantinya akan dipantau KPU RI,” jelas Humairoh.

Setelah pelaksanaan GKS,  KPU juga akan menggelar Gerakan Coklit Serentak yang akan digelar tanggal 18 Juli hingga 13 Agustus.

Pelaksanaan GCS ini kata Humairoh, dengan melakukan kunjungan ke rumah-rumah  masyarakat pemilih untuk melakukan pendataan dengan menerapkan protokol kesehatan yakni dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kedatangan PPDP nanti, sudah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Tentunya, kita juga mengharapkan, masyarakat dapat menggunakan masker saat didatangi petugas,” kata Humairoh.

“Untuk GCS ini, masyarakat hanya cukup menyiapkan KTP elektronik dan Kartu Keluarga untuk diperlihatkan kepada petugas saat dilakukan pendataan,” tandas Humairoh. (Jeff/Adv)