2 Tahun Berlalu, Relokasi Korban Banjir Mede Sebatas Janji?

2 Tahun Berlalu, Relokasi Korban Banjir Mede Sebatas Janji?

17/11/2020 20:24 0 By Syakir

Jembatan Mede yang putus akibat banjir di Februari, 2018. (f.istimewa)

Hulondalo.id – Banjir besar menghantam Kecamatan Tobelo Utara, Februari 2018 silam. Sejumlah desa pun terdampak, termasuk Desa Popilo Utara yang terisolir akibat putusnya jembatan Mede.

Waktu itu Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) menjanjikan untuk merelokasi warga. Namun hingga pucuk pimpinan dijabat oleh seorang Penjabat Bupati, janji tersebut tak kunjung direalisasikan.

Sebelumnya dirinya sempat tinggal sementara di barak penampungan yang disediakan oleh BPBD Halmahera Utara, dengan harapan janji pemerintah akan relokasi ke rumah pengganti bahkan lahan baru, bisa terealisasi.

Sayang, rumah pengganti dan lahan itu tak kunjung ada. Janji relokasi pun, entah kapan terwujud. Warga pun berharap bupati terpilih nanti, bisa mewujudkan harapan warga Desa Popilo itu.

Sementara itu, Kepala Badan Bencana Pembangunan Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Abner Manery ketika di konfirmasi lewat via WA (Selasa 17/11/2020) hingga berita ini dinaikan, belum memberikan jawaban. (ma)