2000 Pekerja Sosial Keagamaan di Kota Gorontalo akan Diakomodir BPJS Ketenagakerjaan

2000 Pekerja Sosial Keagamaan di Kota Gorontalo akan Diakomodir BPJS Ketenagakerjaan

03/03/2021 21:08 0 By Maman

Santunan Jaminan Kematian Diserahkan Walikota Marten

Walikota Gorontalo, Marten Taha menyerahkan Santunan Jaminan Kematian, Program Smart Care Pemkot Gorontalo. (foto:hms)

Hulondalo.id – Pemkot Gorontalo akan mendaftarkan 2000 pekerja sosial keagamaan dalam BPJS Ketenagakerjaan. Mereka merupakan pekerja informal diluar pemerintahan seperti, guru ngaji, imam masjid.

Sebelumnya kata Walikota Gorontalo, Marten Taha, Pemkot Gorontalo telah mengakomodir tenaga honorer dalam BPJS Ketenagakerjaan. Kebijakan serupa untuk pekerja informal diluar pemerintahan karena mereka telah membantu pemerintah mewujudkan program Pemkot Gorontalo, menjadikan masyarakat lebih religius.

“Mereka memiliki tugas mulia, maka kita daftarkan juga mereka, apapun itu, sakit, meninggal karena kecelakaan akan dibayar oleh BPJS Ketenagakerjaan, jika terjadi hal tersebut, mereka bisa dapat santunan dari BPJS,” ungkap Walikota disela-sela upacara memperingati HUT Satpol PP, Rabu (3/03/2021).

Marten juga menjelaskan bahwa, dia berkeinginan, jika Pemkot Gorontalo memiliki anggaran lebih, maka semua para pekerja informal di Kota Gorontalo akan didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, keterbatasan anggaran saat ini kata Walikota, pemerintah baru memprioritaskan mereka yang tidak punya kemampuan, namun memiliki pekerjaan yang beresiko.

“Alhamdulillah, kurang lebih 21.000 penduduk kota pekerja informal kami daftarkan di BPJS Ketenagakerjaan, akan ada tambahan 2000 tahun ini, maka sudah ada 23.000 pekerja yang terdaftar di BPJS,” tutur Marten. (M04/Adv)