2020, Pejabat Eselon II hingga IV Sudah Tanda Tangan Digital

2020, Pejabat Eselon II hingga IV Sudah Tanda Tangan Digital

21/02/2019 18:11 0 By Alex

BSSN

Dinas Komunikasi dan Informatika provinsi, kabupaten/kota saat melakukan audiens dengan BSSN di Jakarta, Kamis (21/2/2019)

Hulondalo.id – Seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo akan segera menerapkan aplikasi tanda tangan digital.

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo menargetkan dalam waktu dekat seluruh pejabat mulai Eselon II hingga Eselon IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo sudah menggunakannya.

“Selama ini baru pak gubernur dan wakil gubernur yang menggunakan tanda tangan digital yang sudah tersertifikasi di BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara),” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo, Rifli M Katili, Kamis (21/2/2019).

Saat ini, lanjut Rifli, sudah ada instruksi dari Gubernur Rusli Habibie agar seluruh pejabat bisa menerapkan tanda tangan digital tersebut.

“Seluruh pejabat dari eselon II hingga IV menggunakan aplikasi ini dalam proses surat menyurat dan administrasi lainnya. Sehingga kami sedang mendata siapa-siapa saja yang akan masuk dalam sistem,” tambah mantan Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Provinsi Gorontalo itu.

Data yang akan dimasukkan para pejabat di setiap instansi nanti adalah SK Pengangkatan Dalam Jabatan dan fotocopy KTP. Dan jika semua data sudah terkumpul semuanya, akan segera didaftarkan ke BSSN untuk memperoleh sertifikat elektronik.

Ditargetkan pada Tahun 2020 nanti, sudah tidak ada lagi proses surat menyurat secara manual. Mulai dari penandatanganan surat tugas, surat keluar, surat kontrak hingga pengelolaan keuangan direncanakan bisa dilakukan secara digital.

Tujuannya tidak lain untuk mempercepat proses administrasi dan memangkas waktu surat menyurat. Selain itu, dengan tanda tangan digital bisa menjadikan proses pengelolaan pemerintah berjalan transparan dan akuntabel.

“Dengan tanda tangan digital, proses administrasi surat menyuratnya juga bisa dimonitor secara online. Surat saya sudah sampai dimana ya? prosesnya bagaimana? itu bisa dipantau real time,” terang Rifli.

Dengan demikian, tidak ada proses yang memakan waktu lebih lama lagi hanya karena persoalan surat menyurat dari satu instansi ke instansi lainnya.(usman)