250 Warga Diikutkan dalam Pelatihan TTG, Ini Harapan Bupati Indra

13/02/2020 23:04 0 By Maman

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin saat memimpin Rapat Optimalisasi Penyelenggaraan Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Hulondalo.id – 250 warga Gorontalo Utara bakal diikutkan dalam pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG). Mereka diharapkan, bisa memiliki keterampilan dalam membuka usaha, yang kemudian bisa berdampak pada pengurangan pengangguran serta kemiskinan.

Bupati mengatakan, pemanfaatan dana desa, agar bisa memberdayakan masyarakat di desa itu juga. Karenanya, Pemkab Gorontalo Utara menjadwalkan menggelar pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG).

Sesuai rencana, pelatihan akan digelar di Masamba Sulawesi Selatan, dengan mengikutkan perwakilan masyarakat. Bupati berharap, usai mengikuti pelatihan, dapat langsung mempraktekan apa yang diperolehnya.

Dana desa kata Bupati, jumlahnya cukup besar. Dan Pemkab Gorontalo Utara terus mencarikan solusi agar dana desa bisa memberdayakan masyarakat.

“Dana desa begitu besar, kita harus cari inovasi-inovasi baru, selain fasilitas yang berbentuk dalam fisik, tapi kita juga perlu merubah midnset masyarakat yang ada di desa,” ungkap Bupati.

“Maka kami sepakat untuk menggelar pelatihan permagangan yang ada di Masamba Sulawesi Selatan, dengan metode teknologi tepat guna,” jelas Bupati usai membuka Rapat Optimalisasi Penyelenggaraan Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, di Ruang Rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kamis (13/2/2020).

Dia yakin, dana desa dan pelatihan ini bisa menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Gorontalo Utara. Sebab, mereka yang mengikuti pelatihan ini, sudah memiliki keterampilan dan bisa saja membuat usaha kecil yang bisa menampung tenaga kerja lain.

Misalnya pisang, ketela, umbi atau apa saja yang alami. Sehingga warga ini bisa membuat krepek dan lainnya. Bikin dengan pembungkusnya lebih rapi. Sehingga kata Bupati, jika tadi haragnya hanya sekian, tapi dengan kemasan yang sudah bagus maka harganya lebih tinggi.

Sesuai rencana kata Bupati, awal Maret 2020 ini, 250 orang dari 62 desa terlebih dahulu akan mengikuti pelatihan ini, dan kemudian akan menunggu giliran. (Prin/Adv)