3 Bank Syariah Mau Dimerger, Nasib Bank Muamalat Bagaimana?

3 Bank Syariah Mau Dimerger, Nasib Bank Muamalat Bagaimana?

13/10/2020 15:26 0 By Alex

bank muamalat

Ilustrasi pelayanan di Bank Muamalat. (f. Law-justice)

Hulondalo.id – Upaya merger 3 bank syariah ditargetkan terwujud pada 2021 mendatang kian nyata. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, merger 3 bank syariah itu akan menjadi sejarah baru Indonesia.

Adapun 3 bank syariah yang akan dimerger itu di antaranya, BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri (BSM). Namun, bagaimana dengan nasib Bank Muamalat?

Bank syariah tertua di Indonesia itu tidak masuk dalam rencana merger 3 bank syariah yang tergabung dalam Himpunan Bank-bank milik pemerintah (Himbara) tersebut.

“Kami tidak dilibatkan, jadi tidak mengetahui seperti apa detailnya,” ucap Head of Corporate Affairs Bank Muamalat, Hayunaji, dikutip dari Bisnis.com, Selasa (13/10/2020).

Sebelumnya, nasib Bank Muamalat sempat menjadi perhatian setelah mengalami kesulitan atas kinerja keuangannya, terutama dalam segi permodalan. Beruntung pada awal Tahun 2020, bank Muamalat terselamatkan setelah diakuisisi oleh konsorsium pimpinan Ilham Habibie, Al Falah Investment Pte.

Sebelumnya, bank syariah pertama di Indonesia itu merupakan salah satu bank swasta yang selamat dari krisis moneter 1998, bahkan disebut-sebut tanpa bantuan negara.

Alasannya, bank Muamalat yang menganut murni syariah itu mengharamkan perseroan dari aksi spekulasi yang digadang-gadang sebagai penyebab krisis keuangan kala itu.

Bank Muamalat juga sempat diselamat oleh Islamic Development Bank (IDB). Alhasil dari kinerja yang membaik, modal Bank Muamalat pun tembus Rp 101,4 Miliar pada tahun 1999. Bahkan, rasio kredit macet pun saat itu berhasil ditekan hingga di bawah 5% dari 65% saat krisis moneter.

Namun pada krisis keuangan 2008, rasio kredit macet tembus 4,33% dari total kredit Rp 10 Triliun. Pada tahun 2014, rasio kredit macet pun kian mengkhawatirkan karena sudah tembus 6,55%, bahkan malah naik menjadi 7,11% setahun kemudian.

Meski rasio kredit macet berhasil turun hingga 4,54% pada Tahun 2017, namun modal bank Muamalat kian menipis karena tergerus kredit bermasalah tahun-tahun sebelumnya, yang berakibat pada rasio kecukupan modal yang turun jadi 11,58%.(alex)