3 Bulan Bebas, Pria Ini Kembali Ditangkap Karena Sabu-sabu

3 Bulan Bebas, Pria Ini Kembali Ditangkap Karena Sabu-sabu

25/02/2020 15:32 0 By Maman

Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP. Wahyu Tri Cahyono, dan Direktur Resnarkoba Polda Gorontalo Kombes Pol. Dewa Putu Gede Artha, saat menyampaikan penjelasan terkait penangkapan narkoba dalam press conference.

Hulondalo.id – Tim Resnarkoba Polda Gorontalo kembali mengamankan 2 orang tersangka, dan barang bukti diduga sabu-sabu seberat 10 gram yang dimasukkan dalam 31 paket plastik kecil.

Penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Gorontalo. “Tanggal 16 Februari 2020, tim Ditresnarkoba menerima informasi bahwasanya akan ada transaksi narkoba di jalan Raja Eyato,” ujar Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP. Wahyu Tri Cahyono.

Berdasarkan informasi ini lanjut Wahyu, Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Gorontalo dipimpin oleh IPTU. Emil Pakaya kemudian melakukan penyelidikan dan langsung menuju TKP.

“Di TKP ditemukan seseorang yaitu AO (28) yang gerak geriknya mencurigakan, orang ini seperti sedang mencari sesuatu disalah satu pagar bangunan yang ada dijalan Raja Eyato,” tukas Wahyu.

Curiga dengan hal itu, dilakukan penangkapan dan penggeledahan badan. Hasilnya, ditemukan 3 bungkus plastik aluminium foil yang masing-masing plastiknya berisi 10 paket narkoba jenis sabu-sabu. 1 sachet paket sabu juga ditemukan.

Barang bukti yang diamankan Tim Resnarkoba Polda Gorontalo.

“Total yang ditemukan 31 paket sabu yang semuanya disimpan dalam kemasan minuman multivitamin,” kata Wahyu Tri Cahyono. AO sendiri ternyata mendapat perintah untuk mengambil barang dari IK (47 th).

Setelah AO diamankan, tim Opsnal Resnarkoba Polda Gorontalo langsung melakukan pencarian dan berhasil menangkap IK di rumahnya di kelurahan Siendeng.

Wahyu juga mengatakan, IK sebelumnya pernah terlibat dalam kasus yang sama, dan baru keluar dari Lapas Boalemo 3 bulan yang lalu.

Dari keterangan IK, perintah untuk menjemput barang diperoleh dari seseorang berinisial RH yang berada didalam Lapas Boalemo. IK dan AO sendiri dari hasil tes urine diperoleh positif mengandung metamphetamin.

“Sudah dilakukan uji di BPOM terhadap 31 sachet plastik kecil yang ditemukan, positif mengandung metamphetamin juga,” ungkap Wahyu.

Sementara itu menurut Ditresnarkoba Polda Gorontalo, Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha, barang bukti yang ditemukan sama persis dengan yang ditemukan sebelumnya di Gorontalo Utara.

“Beratnya setiap paket sama.” ujar Dewa Artha. Sehingga kata Dewa, disinyalir ini merupakan bagian dari jaringan, yang masih didalami dan diperkirakan asalnya dari Kalimantan.

IK dan AO kini dijerat dengan pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 UU NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan diancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 Tahun Penjara.

Ditresnarkoba Polda Gorontalo juga akan melakukan pengembangan kasus dan, tidak menutup kemungkinan masih akan ada tersangka lain. (Ika)