3 Pengurus Yayasan Bina Taruna Gorontalo Masuk Kepengurusan ABP-PTSI Provinsi Gorontalo

3 Pengurus Yayasan Bina Taruna Gorontalo Masuk Kepengurusan ABP-PTSI Provinsi Gorontalo

04/11/2021 11:24 0 By Maman

Pengurus Yayasan Bina Taruna Kepengurusan ABP PTSI (1)

3 Pengurus Yayasan Bina Taruna Gorontalo usai mengikuti Pelantikan ABP-PTSI Provinsi Gorontalo. (foto:hms)

Hulondalo.id – 3 pengurus Yayasan Bina Taruna Gorontalo, masuk dan dilantik dalam kepengurusan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI), Provinsi Gorontalo.

Mereka dilantik secara resmi oleh Ketua Umum ABP-PTSI, Prof. Dr. Thomas Suyatno, di Gorontalo Convention Center, Selasa (2/11/2021). Tiga pengurus Yayasan tersebut masing-masing, Ketua Yayasan, Hj. Sri Nurnaningsih Rachman, S.H.,M.H dan Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Dr. Ir H. Azis Rachman, S.T.,MM, mendapat amanah sebagai Dewan Pertimbangan. Sementara Dewan Pengawas Yayasan, Ari Putera Rachman, S.T.,M.T, mendapat amanah sebagai Wakil Sekretaris 1.

Pelantikan pengurus ABP-PTSI Provinsi Gorontalo itu, juga dirangkaikan dengan seminar Nasional yang mengangkat tema “Potensi Konflik Yayasan dan PTS (Masalah dan Solusi)”.

Prof. Thomas, sebagai pembicara menjabarkan berbagai macam regulasi terkait penyelenggara perguruan tinggi, serta tantangan-tantangan Yayasan baik secara internal yayasan, antara yayasan dengan perguruan tinggi dan antara yayasan dengan pemerintah.

Prof Thomas, pada kesempatan itu, juga berbagi beberapa tips dan trik agar Yayasan dapat berjalan dengan baik dan benar.

Rektor Universitas Bina Taruna (Unbita) Gorontalo, Dr. Hj. Ellys Rachman, mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas dilantiknya ketiga pengurus yayasan Bina Taruna Gorontalo dalam kepengurusan ABP-PTSI Provinsi Gorontalo periode 2021-2025.

“Melalui pelantikan pengurus ABP-PTSI di Provinsi Gorontalo ini, diharapkan dapat menjadi fasilitator atau tempat para penyelenggara perguruan tinggi (Yayasan) untuk dapat mencari penyelesaian dari problem-problem yang menjadi keniscayaan dalam sebuah organisasi,” ungkapnya (Prin)