378 WBP Ikuti Pokmas Lipas, Hantor: Sadari Kesalahan, Tidak Mengulang Tindak Pidana

378 WBP Ikuti Pokmas Lipas, Hantor: Sadari Kesalahan, Tidak Mengulang Tindak Pidana

02/07/2021 13:24 0 By Maman

Pokmas Lipas Kakanwil Kemenkumham Prov Gorontalo

Kakanwil Kemenkumham Prvinsi Gorontalo, Hantor Situmorang saat memberikan sambutan pada kegiatan Implementasi Kegiatan Kerja Pokmas Lipas dan Pembaharuan Perjanjian Kerja sama (PKS). (F. Inkri).

Hulondalo.id – 378 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) se Gorontalo, mengikuti program Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas). Mereka kata Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Gorontalo, Hantor Situmorang diharapkan, dapat hidup wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

“Menyadari kesalahan, memperbaiki diri, aktif berperan dalam pembangunan, hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab dan tidak mengulangi tindak pidana, sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat,” kata Hantor, Jum’at (2/7/2021).

Ia menjelaskan, Pokmas Lipas merupakan salah satu gebrakan, inovasi, dan kepedulian Direktorat Jendral Pemasyarakatan, terhadap tugas dan fungsi Bapas, yang mewajibkan seluruh Bapas untuk membentuk Pokmas Lipas, guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencapaian tujuan Sistem Pemasyarakatan.

Bagi WBP kata Hantor, ada kriteria dan potensial yang dinilai pihak yang potensial, yaitu individu/keluarga, pemerhati pemasyarakatan, akademisi, organisasi kemasyarakatan, organisasi bisnis/wirausaha, dan lain-lain yang berbasis masyarakat.

Sedangkan kriteria-kriteria yang harus dimiliki kata Hantor lagi, memiliki kepedulian terhadap pemasyarakatan, bersedia menjadi mitra kerja pemasyarakatan, memiliki komitmen dan tanggung jawab, dalam melaksanakan kesepakatan kerja sama, serta memiliki sumber daya yang bermanfaat bagi pemasyarakatan.

“Masyarakat menjadi salah satu elemen penting pendukung keberhasilan pembinaan yang dilakukan institusi pemasyarakatan untuk mencapai tujuannya, yaitu reintegrasi sosial bagi WBP, agar dapat berdaya guna kembali di masyarakat,” tutur Hantor.

Jangan lupa bahwa, WBP merupakan bagian dari masyarakat itu sendiri. Maka kata Hantor, sangat penting untuk merangkul semua elemen masyarakat, kelompok masyarakat, dan pemerintah daerah, agar turut serta memastikan terlaksananya pembinaan dalam upaya pemulihan kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan WBP.

Sementara itu, Kepala Balai Permasyarakatan Kelas II Gorontalo, RM. Dwi Arnanto, SH,.MH menjelaskan, peserta yang sudah dilakukan pembimbingan ini ada 378 WBP. Mereka harus melakukan wajib lapor setelah keluar ini.

“Keberadaan Pokmas Lipas bagi kami, sangatlah berarti guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencapaian tujuan sistem pemasyarakatan, terutama pembimbingan terhadap klien balai pemasyarakatan saat menjalani program reintegrasi sosial,” ujar Dwi.

Pokmas kata Dwi, bekerjasama dengan 7 mitra diantaranya Yayasan Ummu Yyaidah, IPWL Ummu Syahidah, Meubel Arafah, RPSA Amal Sholeh, Cutting Sticker, LSM Sorga, Pondok Pesantren Al-Huda dan Al-Kautsar.

Dwi berharap, kerjasama yang selama ini terjalin antara Bapas Gorontalo dengan Pokmas Lipas yang ada, dapat terus terjalin dan bermanfaat bagi Klien Pemasyarakatan.

“Dukungan dari bapak ibu sangat kami butuhkan, demi memastikan terlaksananya pembinaan dalam upaya pemulihan kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan WBP yang telah menjadi Klien di Bapas Gorontalo,” ungkap Dwi.

“Agar program klien ini bisa bermanfaat dilingkungan masyarakat Provinsi Gorontalo,” tambahnya. (Inkri)