45 ASN Alpa di Apel Kerja Perdana, Sekda Pastikan Sanksi Akan Diberikan

45 ASN Alpa di Apel Kerja Perdana, Sekda Pastikan Sanksi Akan Diberikan

11/06/2019 22:17 0 By Maman

Sekda Gorontalo Utara Ridwan Yasin

Hulondalo.id- 45 ASN diketahui tak hadir tanpa keterangan (alpa), pada pelaksanaan Apel Kerja Perdana dilingkup Pemkab Gorontalo Utara. Mereka diketahui berdasarkan rekap hasil absensi seluruh ASN yang digelar Senin (10/6/2019).
Sebelumnya, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gorontalo Utara (Gorut) telah mendata jumlah ASN yang tak hadir di apel dan hari kerja perdana pasca libur Idul Fitri 1440 Hijriah.

Data yang ada menyebutkan, 45 ASN tidak hadir Tanpa Keterangan (Alpa), 11 ASN ijin, 16 ASN sakit dan yang tak hadir dengan status cuti sebanyak 25 ASN.

Sekda Gorontalo Utara Ridwan Yasin mengatakan, sanksi telah disiapkan kepada 45 ASN tersebut. Diantaranya kata Sekda, mulai dari penundaan peningkatan gaji berkala, penurunan pangkat setingkat, serta penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun.

“Ini menindaklanjuti surat edaran Menpan RB, tentang pemberian sanksi terhadap ASN yang tidak masuk pada tanggal 10 Juni 2019, sanksi yang akan diberikan sesuai tingkatan,” kata Sekda.

Sekda juga memastikan bahwa, sanksi terhadap 45 ASN ini, diberikan setelah sebelumnya juga berdasar pada beberapa pertimbangan lain.

“Selain tak hadir di apel kerja perdana, yang bersangkutan juga telah melakukan pelanggaran sebelumnya,” ungkap Sekda.

Pelanggaran tersebut, tak hadir dihari-hari besar lainnya, sering terlambat, tidak disiplin dijam kerja. Pelanggaran seperti itu kata Sekda, akan mendapat sanksi paling berat, penurunan pangkat 1 tingkat.

Sanksi lainnya berupa penundaan kenaikan pangkat 1 tahun, diberikan jika ketidak disiplinan yang ditunjukkan ASN, masih dalam batas kewajaran. Khusus untuk ketidak hadiran pada apel kerja perdana 10 Juni 2019, kenaikan gaji berkala ditunda.

Ketegasan ini, tidak hanya untuk ASN. PTT kata Sekda, bisa dicoret jika tak hadir dalam apel kerja sebanyak 3 kali. Sekda berharap, penerapan kedisiplinan menjadi perhatian khusus seluruh pimpinan aparatur.

Diakui Sekda, tingkat disiplin ASN masih rendah. Apa penyebabnya, masih ditelusuri lebih jauh. Beberapa kemungkinan kata Sekda, misalnya, kurang mendapat pembinaan atau teguran dari pimpinan.

Karenanya, Sekda meminta kepada para pimpinan OPD, lebih memperhatikan pegawainya yang menjadi tanggung jawab secara berjenjang. (man/hms_fhr)