500 Siswa Menengah Atas di Gorontalo ‘Putus Sekolah’ Selama Corona

500 Siswa Menengah Atas di Gorontalo ‘Putus Sekolah’ Selama Corona

06/03/2021 20:38 0 By Syakir

Hulondalo.id – Dari total 50.831 Siswa-siswi SMA/SMK/ SLB di Provinsi Gorontalo, tercatat 500 orang diantaranya memilih tidak lagi melanjutkan sekolah.

“Alasannya, mulai dari masalah Ekonomi keluarga untuk membantu orang tua, broken home, meninggal, sakit dan sampai memilih untuk menikah di banding sekolah,” ujar Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, Jum’at (5/3/2021).

Diakuinya, kalau bicara persentase memang bisa jadi angka siswa putus sekolah di Gorontalo berada di peringkat atas. Itu karena jumlah siswa dan penduduknya yang sedikit. Tapi jika bicara jumlah, daerah lain jauh lebih besar.

“Itu tak jadi masalah, justru itu menjadi Evaluasi kita kedepannya dalam memantau anak didik kita selama belajar di masa pandemi Covid-19 ini,” sambung Wahyudin.

Dikatakan Wahyudin pula, kami sudah menggelar rapat bersama pihak kepala-kepala sekolah untuk mengefektifkan pola pemantauan aktifitas belajar siswa.

“Saya meminta, agar kepala sekolah bisa melaporkan setiap bulan dari capaian aktifitas pembelajaran siswa secara efektif, jangan sampai nanti sudah putus sekolah baru di ketahui,” pinta Wahyudin.

Diharapkan Wahyudin, kita sebagai orang tua harus menjaga komunikasi dengan anak kita dirumah selama proses belajar daring ini, kata dia, kita harus menjaga dan membimbing mereka jangan sampai bosan dirumah.

“Perhatian orang tua harus besar kepada anak kita dan menanamkan kepribadian agar aktivitas yang positif mereka lakukan serta jangan membiarkan mereka beraktivitas diluar rumah yang tidak ada manfaatnya,” tandasnya. (mg-01)