58 Napi Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo Khatam Al-Quran

58 Napi Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo Khatam Al-Quran

12/08/2021 19:47 0 By Maman

Wisuda Santri WBP Lapas Kelas IIA Gorontalo (1)

Prosesi Wisuda Santri Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo. (foto:hms)

Hulondalo.id – 58 narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo, telah menyelesaikan bacaan 30 juz Al-Quran. 27 WBP lainnya, juga telah menuntaskan bacaan Iqro.

Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo, Kasdin Lato mengatakan, momentum memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 Hijriah dan HUT Proklamasi RI ke 76 Tahun 2021, digelar berbagai program pembinaan yang khusus berorietasi pembinaan spiritual.

Diantaranya kata dia, Wisuda Santri WBP yang telah mengikuti pendidikan Baca Iq’ro, Tadarus Al-Quran, dan Dzikir Bersama. Santri yang diwisuda ini kata dia, telah selesai mengikuti pendidikan baca iq’ro sebanyak 27 orang, Kemudian WBP yang telah menyelesaikan khataman bacaan Al-Qur’an 30 juz ada 58 orang.Total berjumlah 85 orang.

“Mereka akan diberikan sertfikat, bukti apresiasi dari Lapas Kelas IIA Gorontalo terhadap kesungguhan para santri mengikuti program pembinaan yang ada,” ungkapnya.

Kasdin berharap, seluruh santri yang telah diwisuda tidak berhenti sampai pada proses wisuda. Terus melatih dan mempermantap kualitas bacaannya, serta yang paling penting adalah dapat mengamalkannya.

Ia menambahkan, 58 santri yang telah selesai khataman bacaan 30 juz ini, dapat membantu Ta’mirul Masjid At-Taubah sebagai tenaga tutor/pengajar Iqro bagi WBP lain. Sebaik-baik mukmin adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Kemudian untuk 27 orang yang telah menyelesaikan pembelajaran iqro, wajib melanjutkan pada tingkatan berikutnya yakni, metode tadarusan. Semoga kata Kasdin, 6 bulan kedepan dapat diwisuda kembali sebagai tamatan khataman Al-Qur’an.

Wisuda Santri WBP Lapas Kelas IIA Gorontalo (2)

Kasdin juga menjelaskan, untuk memaknai kemerdekaan di dalam lapas, agar terus berupaya menjadi manusia yang merdeka secara religius. Agar benar-benar menjadi pribadi yang merdeka kelak. Kuncinya belajar agama dan mengamalkannya.

“Insha Allah, kita bisa merdeka dunia dan akhirat, Amiin,” ujarnya.

Sementara itu, rangkaian prosesi wisuda ini berjalan lancar yang dimulai pembacaan Surat Keputusan Kalapas, prosesi Penyematan Tanda Wisuda, Pengucapan Janji Santri yang dititup dengan do’a dan dzikir bersama Ustad H. Saifuddin Mateka.

Salah seorang santri, Abdul Fatah Umonti alias On-On menuturkan rasa bangga dan bahagianya setelah mendapatkan ijazah khataman Al-Qur’an walapun.

“Sebelumnya tidak ada satu huruf pun dalam Al-Qur’an itu saya tahu, berkat program Ta’mirul yang menjadi model pembinaan ini, saya akhirnya bisa menyelesaikan bacaan saya,” ungkapnya.

“Saya menyelesaikan masa belajar dalam kurun waktu satu bulan, mulai dari iqra’ 1 sampai sudah dapat membaca qur’an, dan setiap bulan sampai saat ini saya dan kawan-kawan rutin melakukan khataman qur’an,” tambahnya.

Dai berharap, teman-teman lain untuk serius dalam belajar qur’an. Jangan malu untuk belajar, dan tak ada kata terlambat dalam belajar.

“Pribadi dan seluruh santri mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Ta’mirul, terima kasih kepada Bapak Kasi Binadik, Bapak KPLP dan khususnya terima kasih kami kepada Bapak Kalapas Kelas IIA Gorontalo,” pungkasnya. (Inkri)