ABG Asal Tabongo Ini Nyaris Gila Akibat Kecanduan Ngelem

ABG Asal Tabongo Ini Nyaris Gila Akibat Kecanduan Ngelem

11/12/2019 21:28 0 By Alex

Kapolsek Batudaa Iptu Mohamad Adam saat mendampingi seorang remaja asal Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo ke BNNK Gorontalo untuk mendapat assessment medis karena diduga sudah kecanduan lem.

Hulondalo.id – Seorang remaja asal Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, akhirnya dibawa ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gorontalo diduga kuat karena kecanduan menghirup lem.

Anak Baru Gede (ABG) ini, sebut saja namanya Yoker (17), kondisinya cukup memprihatinkan, bahkan nyaris gila. Pun saat dibawa ke BNNK Gorontalo, Yoker masih dalam keadaan mabuk lem sembari memegang kaleng bekas lem sehingga sulit diinterogasi. Oleh BNNK Gorontalo, Yoker akan dilakukan Assessment Medis.

“Jadi, kami sengaja membawa remaja ini ke BNNK untuk dilakukan assessment medis. Ini penting agar kondisi secara medis dapat diketahui dan secepatnya mendapat penanganan secara medis juga,” ujar Kapolsek Batudaa, Iptu Mohamad Adam SH, Selasa (10/12/2019).

Menurut pengakuan orangtua, bahwa Yoker diduga sudah menghirup lem sejak 2 Tahun belakangan ini. Bahkan diduga, hampir setiap hari Yoker menghirup lem. Belakangan, masih kata Kapolsek Batudaa, orangtua kerap mendapati Yoker sering berbicara sendiri dan lari-lari seorang diri sepanjang malam.

“Jadi orangtua anak ini melaporkan kondisi anak kandungnya ke Polsek Batudaa. Tujuannya, agar anak ini mendapat penanganan. Jadi kami langsung merespon dengan tindakan awal, kemudian membawanya ke BNNK,” tambah Iptu Mohamad Adam SH.

Melalui kejadian ini, Kapolsek Batudaa pun berpesan kepada para orangtua agar lebih waspada dan peduli terhadap perilaku anak-anaknya karena saat ini banyak zat-zat kimia yang disalahgunakan oleh kalangan remaja.

“Jadi benar bahwa dampak menghirup lem sangat berbahaya. Dalam jangka panjang penggunanya akan mengalami kerusakan daya ingat, penurunan kecerdasan, kehilangan daya dengar, kerusakan pada sumsum tulang dan bahkan kematian karena gagal jantung atau sesak nafas. Ini harus jadi pelajaran bagi orangtua sekalian,” tandas dia.(Alex)

 

Editor: Identitas remaja asal Kecamatan Tabongo ini sengaja disembunyikan sesuai yang diatur dalam pedoman pemberitaan ramah anak.