Ada Pengguna Alimama Disini? SWI Nyatakan Ilegal Bersama 126 Fintech Lending Ini

Ada Pengguna Alimama Disini? SWI Nyatakan Ilegal Bersama 126 Fintech Lending Ini

29/09/2020 05:17 0 By Alex

 

Alimama ilegal

Hulondalo.id – Satgas Waspada Investasi (SWI) kembali menemukan 126 fintech peer-to-peer lending ilegal, 32 entitas investasi dan 50 perusahaan gadai tanpa izin, hingga 25 September 2020.

Ketua SWI Tongam Lumban Tobing mengatakan, tawaran dari fintech lending ilegal dan investasi tanpa izin ini masih banyak bermunculan di masyarakat dan mengincar kalangan yang pendapatannya terdampak pandemi Covid-19.

“Kami masih menemukan penawaran fintech lending ilegal dan investasi tanpa izin yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat di masa pandemi ini. Fintech lending dan tawaran investasi ilegal ini hanya bikin rugi dan bukanlah solusi bagi,” tegas Tongam dalam siaran persnya dikutip Hulondalo.id.

Pinjaman dari fintech lending ilegal, kata Tongam, selalu mengenakan bunga yang tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek serta meminta semua akses data kontak di telepon genggam, yang digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan.

Semua temuan SWI pun identitasnya sudah diserahkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk diblokir aksesnya di laman internet dan di aplikasi jaringan seluler.

SWI juga sudah menyampaikan laporan informasi identitas fintech lending ilegal ini kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

Selain kegiatan fintech peer-to-peer lending ilegal, SWI juga menghentikan 32 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat karena melakukan penipuan dengan menawarkan pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar.

Selain itu banyak juga kegiatan yang menduplikasi website entitas yang memiliki izin sehingga seolah-olah website tersebut resmi milik entitas yang berizin.

Salah satu entitas yang diminta ditutup adalah aplikasi Alimama Indonesia (almm.qdhtml.net) yang belakangan ramai diberitakan karena diduga melakukan penipuan dengan modus penghimpunan dana untuk mendapatkan bonus belanja.(Alex)