Adaptasi Museum Gorontalo saat Pandemi, Jaga Sejarah Tetap Lestari

Adaptasi Museum Gorontalo saat Pandemi, Jaga Sejarah Tetap Lestari

29/11/2020 19:40 0 By Syakir

Beberapa siswa terlihat keluar dari gedung Museum Gorontalo, Sabtu (29/11/2020). Tak hanya wajib menggunakan masker, jumlah pengunjung pun dibatasi. (f.apris)

Hulondalo.id – Semua lembaga terdampak dengan pandemi covid-19, tak terkecuali lembaga pemerintah. Upaya adaptasi pun menjadi keharusan, demi menekan angka penyebaran. yang dilakukan Museum Gorontalo, mungkin bisa menjadi salah satu solusi yang patut ditiru.

Sabtu siang, (28/11/2020) saya bertandang ke kantor Museum Gorontalo yang terletak di Kota Timur, Kota Gorontalo. Suasananya terlihat begitu lengang, hanya terlihat beberapa siswa SMA yang datang berkunjung. Padahal katanya sebelum pandemi, museum ramai dikunjungi.

Entah ini disebabkan pandemi, atau hanya minat orang untuk belajar sejarah saja yang kecil. Nampak, sejumlah benda purbakala, berjejer rapi. Ada juga benda benda bersejarah, jaman perjuangan dulu.

“Kalau dibandingkan tahun lalu jelas dampak (Covid-19) besar, ada perubahan yang signifikan. Kira-kira ada sekitar 75% pengunjung yang berkurang dibandingkan tahun lalu,” jelas Kepala Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Fitri Ahmad.

Kondisi ini memaksa museum harus beradaptasi. Salah satu caranya dengan mengalihkan pameran benda purbakala yang biasanya harus disaksikan langsung di museum, kini sudah bisa dilihat di media sosial.

Beberapa koleksi benda zaman dulu di Museum Gorontalo. (sumber: Museum Gorontalo)

Ada dua manfaat bisa diraih. Pertama, merangsang masyarakat untuk melihat dan mengetahui tentang benda benda peninggalan zaman dulu, kedua cara ini efektif mengurangi kerumunan dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19.

“kita membatasi pengunjung museum, kita melakukan strategi dengan mempromosikan museum dalam sosial media. Jadi seluruh staf, saya perintahkan untuk memposting fosil museum ke sosial media,” lanjut Fitri.

Apakah museum Gorontalo ditutup? Tidak, museum akan dibuka kembali, namun dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

“Selama kegiatan di museum mereka tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti pameran ini harusnya yang hadir itu sejumlah 150 orang, tapi karena masih pandemi kita batasi,” tandasnya. (mg02)