Ahli Waris Operator DKCS Bonebol Terima Santunan JKK Rp 137,5 Juta

Ahli Waris Operator DKCS Bonebol Terima Santunan JKK Rp 137,5 Juta

14/09/2020 00:57 0 By Jeffry

Kepala BPJAMSOSTEK cabang Gorontalo Hendra Elvian menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris tenaga honorer DKCS Bone Bolango yang disaksikan Sekda Ishak Ntoma, Kadis DKCS Oktavianus Rachman, Sabtu (12/9/2020)

Hulondalo.id – BPJAMSOSTEK Cabang Gorontalo menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp137.555.536 kepada ahli waris tenaga Non-ASN DKCS Bone Bolango yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja beberapa waktu lalu.

Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPJAMSOSTEK cabang Gorontalo, Hendra Elvian yang disaksikan Sekda Bonebol Ishak Ntoma, Kepala DKCS Oktavianus Rahman serta Camat Bulango Selatan Sukriyanto Katili, pada Takziah hari ke-5 almarhum Abd. Rachman Botutihe di Desa Huntu Barat, Kecamatan Bulango Selatan, Sabtu (12/9/2020).

Sebagai informasi, Almarhum Abd. Rachman Botutihe merupakan tenaga non ASN dan salah satu operator perekaman KTP-El di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKSC) Bonbol. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat melakukan kegiatan pelayanan jemput bola perekaman KTP-El di Desa Duano, Kecamatan Suwawa Tengah, Selasa (8/9/2020) silam.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Gorontalo, Hendra Elvian mengatakan, almarhum terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK baru sekitar 9 bulan terhitung sejak bulan Januari hingga September 2020 yang diikut sertakan oleh Pemda Bone Bolango melalui program jaminan perlindungan sosial bagi pegawai.

“Ini adalah manfaat yang akan didapatkan oleh ahli waris yang diikutsertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan,” kata Hendra.

Adapun santunan JKK tersebut yakni terdiri dari santunan kematian akibat kecelakaan kerja senilai Rp115.555.536, biaya pemakaman senilai Rp 10 juta, dan santunan berkala yang dibayarkan sekaligus senilai Rp12 juta. Sehingga totalnya sebesar Rp137.555.536.

”Dengan adanya santunan jaminan kematian akibat kecelakaan kerja yang kami berikan ini, diharapkan bisa bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya ahli waris. Bisa membantu meringankan beban dari pada keluarga,” harapnya.

Pada kesempatan itu, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah daerah atas kepedulian dalam memberikan jaminan perlindungan sosial bagi seluruh pegawai dalam hal ini non ASN atau honorer-nya di Kabupaten Bone Bolango.

“Kepada keluarga, kami juga dari BPJS Ketenagakerjaan cabang Gorontalo mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, karena yang namanya musibah itu tidak bisa kita ketahui kapan dan dimana akan terjadi,” ucap Mantan Kabid Kepesertaan Bukan Penerima Upah, Kantor Cabang Serang, Banten itu.

Sementara itu, Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah kabupaten sudah sangat intens menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo.

Dimana salah satu yang spektakuer adalah rakyat Bone Bolango diluar ASN atau anggota Korpri dan tenaga non ASN, kurang lebih 20 ribu yang sudah di cover Lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bone Bolango.

“Kami bersyukur Pemkab Bone Bolango bisa bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan yang tidak henti-hentinya memberikan perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, baik itu ASN melalui wadah organisasi Korpri, tenaga non ASN, termasuk tenaga kerja informal, meliputi petani, nelayan, pemanjat kelapa, pembantu rumah tangga, tukang cuci, dan lain sebagainya,” ujar Sekda Ishak Ntoma.

Sebagai panglima ASN, tak lupa dirinya juga mengajak yang hadir dalam pelaksanaan takziah tersebut untuk mendoakan almarhum dan memberikan support bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Almarhum orang baik, semoga Allah SWT menerima segala amal kebajikannya, diampuni segala kesalahan dan dosanya, dan menempatkan almarhum di sisi-Nya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan, yakni istri dan kedua orang tua almarhum, Insya Allah ikhlas dan tabah menghadapi musibah ini,” tutup Sekda.(Jeff)