AKBP Agus Widodo Penyelamat Satwa Langka

AKBP Agus Widodo Penyelamat Satwa Langka

12/03/2019 16:56 1 By Yadin

Tampak, Kapolres Pohuwato AKBP Agus tengah menggendong seekor monyet yang disita dari warga. (foto.yadin)

Hulondalo.id – Kapolres yang satu ini benar-benar penyayang hewan. Apalagi kalau hewan itu termasuk satwa yang dilindungi. Selasa (12/3/2019), AKBP Agus Widodo didampingi anak buahnya menyita seekor monyet yang dipelihara oleh salah satu warga Desa Marisa Selatan Kecamatan Marisa.

Monyet berwarna hitam itu disita karena sudah termasuk salah satu hewan endemik Sulawesi. “Beberapa hari yang lalu pada saat saya berolahraga dengan anggota, saya melihat binatang ini terikat. Saya menduga bahwa monyet ini adalah endemik Sulawesi. Saya sudah kontak dengan BKSDA dan akan kita ambil untuk kita serahkan. Nantinya monyet ini akan diliarkan kembali atau dikembalikan ke habitatnya dengan pola perilaku hidup binatang ini seperti aslinya. Kalau sekarang kan sudah menjadi jinak. Padahal kalau kita biarkan dia terikat, rantai kromosom atau DNA dia itu akan terputus. Padahal seharusnya binatang ini punya keturunan sampai akhir zaman,” terang AKBP Agus saat diwawancarai sejumlah awak media di Mapolres Pohuwato sambil menggendong monyet tersebut.

Perwira dua bunga melati itu kemudian menjelaskan bagaimana seharusnya menyayangi hewan. Selama ini menurut Agus, banyak masyarakat yang keliru. “Mereka mengira menyayangi binatang itu dengan cara mengurung, padahal itu salah. Harusnya menjaga habitat dari binatang ini agar tetap terjaga dan lestari. Sehingganya binatang ini saya ambil dan saya serahkan ke BKSDA untuk direhab. Sebagai tindaklanjut komitmen kita untuk menjaga lingkungan,” jelas Agus.

Selain monyet, alumnus Akpol 98 ini juga menyita burung perkici dora, nuri dan elang laut yang ditemukan tengah dipelihara oleh warga. Hewan-hewan yang disita itu kemudian diserahkan ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) untuk direhab. “Intinya semua hewan yang sudah masuk dalam daftar dilindungi oleh pemerintah, itu akan kita perhatikan. Dan monyet ini juga adalah hewan endemik sulawesi. Di Jawa nggak ada yang model gini, di Jawa abu-abu, kalau disini warnanya hitam,” jelas Agus sembari meminta masyarakat Pohuwato agar ikut menyayangi hewan terutama hewan endemik. (dhin)