Aksi Bakar Spanduk Pemilik Pangkalan LPG Ditanggapi Pemerintah

Aksi Bakar Spanduk Pemilik Pangkalan LPG Ditanggapi Pemerintah

09/04/2021 20:36 0 By Maman

Ahyun Blongkod

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Gorontalo Utara, Ahyun Blongkod.

Hulondalo.id – Aksi bakar spanduk ijin pangkalan LPG oleh pemilik pangkalan di Desa Buladu Kecamatan Sumalata Timur Gorontalo Utara, Mohamad Irfan Kama, ditanggapi pemerintah daerah.

Kamis (8/4/2021), Irfan membakar spanduk ijin pangkalan beserta Lookbook, lantaran kecewa dengan agen yang tak lagi mengisi tabung LPG di pangkalan miliknya.

Saat dihubungi hulondalo.id, Irfan mengaku, bentuk kekecewaannya karena sudah beberapa kali agen tak lagi mengisi pangkalannya. Dugaan sementara, hal itu dipicu lantaran ketidakhadirannya saat agen menyalurkan tabung LPG di pangkalannya, tanggal 30 Maret 2021 lalu.

Saat itu kata Titon panggilan akrabnya, ketika agen menyalurkan tabung LPG dipangkalannya, bersamaan dengan acara wisuda anaknya. Titon meminta agar petugas, tetap menyalurkan tabung LPG di pangkalannya.

“Saya sampaikan turunkan saja, ada anak kecil yang akan menyaksikan, saya minta tolong kalau bisa langsung diletakan dalam gudang, dan uang pembayaran tabung akan saya transfer,” kata Titon, Kamis (8/4/2021).

Namun kata Titon, petugas mengaku sedang buru-buru, dan tak mau meletakkan tabung LPG dalam gudang sesuai permintaannya. Tak berapa lama, Titon mengatakan, langsung menghubungi anaknya.

Spanduk Pangkalan Tabung LPG Dibakar. (foto:istimewa)

“Ternyata tabung diturunkan di desa sebelah,” ungkap Titon.

Kejadian kurang mengenakkan diakui Titon, bukan hanya itu saja. Sebelumnya kata Titon, ada beberapa peristiwa seperti pemotongan jumlah tabung LPG di pangkalannya, karena kesalahan dalam pengisian Lookbook.

Singkat cerita, tepat pada di hari yang sama sebelum dia membakar spanduk, agen tabung LPG hanya melewati pangkalannya. Konfirmasi ke kantor agen sempat dilakukan. Disisi lain, masyarakat yang terdaftar di pangkalan miliknya sudah menunggu tabung.

Apalagi kata Titon, jelang bulan Ramadhan 1442 Hijriah, masyarakat pastinya butuh tabung gas LPG ukuran 3 kilogram. Dia berharap, pemerintah daerah memperhatikan dan mengevaluasi kembali agen tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Gorontalo Utara, Ahyun Blongkod sempat menyayangkan aksi bakar spanduk tersebut. Dia berharap, warga dapat berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah.

“Sebaiknya dikomunikasikan dulu dengan pemerintah daerah ,” kata Ahyun.

Meski begitu kata Ahyun, pemerintah daerah akan melakukan komunikasi dengan agen tersebut, termasuk mencarikan solusi. Ahyun juga menambahkan bahwa, antara agen dengan pangkalan, ada ikatan kontrak yang sudah disepakati sebelumnya. (Prin)