Aksi Mahasiswa Politeknik Gorontalo, Edukasi Suku Polahi Tentang Agroforestri

Aksi Mahasiswa Politeknik Gorontalo, Edukasi Suku Polahi Tentang Agroforestri

28/07/2021 20:39 0 By HulondaloID

Politeknik Gorontalo

Peserta Kegiatan PKM-PM Politeknik Gorontalo bersama dengan Suku Polahi dan BKSDA Wilayah II Gorontalo

Hulondalo.id – Sebagai salah satu institusi yang mendapatkan hibah dari Kementrian Pendidikan dan kebudayaan Nasional, dalam pekan kreativitas mahasiswa, Politeknik Gorontalo (Poligon) turun melakukan edukasi agroforestry untuk masyarakat suku Polahi.

Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM), Politeknik Gorontalo memilih Suaka Margasatwa Nantu yang terletak di Desa Pangahu, Kabupaten Gorontalo sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, dengan sasaran masyarakat suku polahi (suku asli Gorontalo).

Dalam pelaksanannya, mahasiswa Poligon coba melakukan pendekatan kepada Suku Polahi, dan mengedukasi mereka akan pentingnya melestarikan hutan. Seperti diketahui, warga Polahi melakukan penebangan hutan untuk ditanami komoditas jagung.

Selama dua hari kegiatan pada 17 hingga 18 Juli 2021, ada 4 hal yang dititikberatkan dalam upaya mengedukasi Suku Polahi itu diantaranya, pertama, memberikan pemahaman tentang bahaya menebang pohon pada lereng yang miring, kedua Mengajak untuk menjaga Hutan Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto sebagai hutan lindung.

Ketiga Mengajarkan cara penanaman Agroforestri dengan sistem terasering dan keempat Mengajarkan penanaman sayuran melalui hidroponik.

Meski Suku Polahi dikenal sulit didekati, tapi tim kegiatan PKM Politeknik tidak menyerah, hingga akhirnya mampu membangun komunikasi.

“awalnya saya Dan Tim takut Karena kami tidak diterima dengan baik oleh Suku Polahi. Namun setelah pertemuan ketiga, kami ini mereka terima dan akhirnya mau untuk bekerja sama.
Kegiatan dimonitoring baik dari Tim kami dan juga BKSDA wilayah II Gorontalo,” ungkap Ketua Tim kegiatan PKM Muhammad Rum Laindi.

Hal serupa juga diakui BKSDA Wilayah II Gorontalo. Arif selaku kepala resort di Hutan Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto mengataka, selama ini Suku Polahi memang sangat sulit didekati sehingga untuk memberikan pemahaman tentang pelarangan menebang pohon secara illegal tidak pernah tersampaikan dengan baik.

Untuk itu dirinya berterima kasih kepada mahasiswa Politeknik, lewat Kegiatan PKM-PM ini bisa mendekati Suku Polahi bahkan bisa mengajak mereka untuk ikut terlibat saat melakukan kegiatan Agroforestri.

Sebelumnya, Wakil Direktur 1 bagian akademik, kemahasiswaan Dan kerjasama
Salman Suleman, S.Si, S.Kom mengaku, kegiatan tersebut didukung sepenuhnya oleh pihak kampus. Apalagi, pembahasan tentang Suku Polahi masing sangat jarang ditemukan. Dan ini hasil akhirnya akan diubuat berupa jurnal terakreditasi menjadikan kualiatas kegiatan sangat baik untuk bidang akademik (**)