Aksi MZ yang Habisi Ponakan Sendiri di TPI Kota Gorontalo Terancam 15 Tahun Penjara

Aksi MZ yang Habisi Ponakan Sendiri di TPI Kota Gorontalo Terancam 15 Tahun Penjara

14/12/2020 19:57 0 By Jeffry

Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota AKP La Ode Arwansyah

Hulondalo.id – Polres Gorontalo Kota masih terus mendalami pembunuhan sadis yang terjadi di TPI Kota Gorontalo pada Ahad (13/12/2020).

Dari hasil pemeriksaan polisi, MZ (50) tega menghabisi nyawa Ruhlan Abdullah (26) lantaran mengaku sakit hati sering ditagih hutang di depan orang banyak.

“Jadi, motifnya tersinggung dengan perlakuan korban yang masih merupakan keluarga dekat dari pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, AKP La Ode Arwansyah, Senin (15/12/2020).

Rupanya, pertemuan di TPI tersebut merupakan klimaks yang akhirnya berbuntut pertumpahan darah. Saat itu, korban dan pelaku yang berprofesi sebagai pedagang ikan itu bertemu sekira pukul 07.30 Wita.

Pelaku yang membawa sebilah pisau itu membuntuti korban dari belakang saat sedang menuju salah satu box ikan. Sementara, Ruhlan tak menyadari ada bahaya yang mengancam jiwanya. Hingga akhirnya, saat berpapasan pelaku pun langsung melancarkan aksi dengan menusuk bagian perut sebelah kanan korban.

Korban yang kaget mendapatkan serangan berusaha memberikan perlawanan seadanya sembari berusaha menghindari duel yang tak berimbang itu. Naas, upaya itu gagal, dirinya tergelincir di areal TPI yang licin. Sementara di sisi lain, pelaku makin meningkatkan serangan dengan membabi buta.

Perkelahian paman dan ponakan ini sempat dilerai oleh salah seorang warga, namun korban yang sudah mengalami banyak luka di sekujur tubuh tak mampu terselamatkan saat menuju rumah sakit.

“Dari hasil visum, korban mengalami sedikitnya 5 luka di sekujur tubuhnya. Yakni, luka tusuk di bagian perut sebelah kanan, luka tusuk di dada sebelah kanan, luka robek di bagian lengan kanan , luka robek di telinga sebelah kanan, dan luka robek di bagian bahu sebelah kanan,” kata La Ode.

Pelaku pun untuk sementara kata dia dijerat dengan pasal Pasal 338 KUHP pembunuhan subsider 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Kami masih terus mendalami apakah ini direncanakan atau tidak, karena pisau yang digunakan untuk membunuh ini sehari-hari digunakan pelaku untuk menjual ikan. Saat ini pasal yang kami kenakan yakni pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” imbuhnya.

Polisi pun berhasil mengamankan sebuah barang bukti berupa sebilah pisau berwarna putih berukuran 30 cm dan lebar 3.5 cm dan kaus yang dikenakan korban saat aksi pembunuhan terjadi.(MG01)