Aktivitas Galian C di Sungai Bulango Bone Bolango Tak Ada Izin

Aktivitas Galian C di Sungai Bulango Bone Bolango Tak Ada Izin

07/10/2021 14:33 0 By Maman

Komisi III DPRD Prov Gorontalo Galian C Sungai Bulango

Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo saat melihat lokasi Tebing Sungai yang rusak dan Aktivitas Galian C di Desa Lomaya, Bone Bolango. (F.Inkri)

Hulondalo.id – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Ismail Alulu mengatakan, aktivitas galian C di Sungai Bulango Desa Lomaya Kecamatan Bulango Utara, Bone Bolango tidak memiliki izin dari pemerintah. Aktivitas itu membuat, tebing sungai hampir rusak.

Instasi terkait seperti BWS Sulawesi II kata Ismail, penting untuk menindaklanjuti kondisi ini. Sebab menurut Ismail, jalan di tepi sungai sangat penting bagi masyarakat untuk dilalui. Saat ini, jalan tersebut rusak parah yang juga diakibatkan oleh banjir.

“Istansi terkait balai jangan menunggu dari pemerintah, segera menindaklanjuti tebing sungai Bulango yang hampir rusak, ini berdampak besar terhadap masyarakat setempat,” ungkapnya, Kamis (7/10/2021).

Laporan masyarakat kata Ismail, adanya aktivitas galian C yang tidak memiliki izin dari Pemerintah Pusat yang merusak tebing sungai Bulango tersebut.

“Kita akan mengundang pihak-pihak yang melakuka galian C di sekitar sungai, jika seandainya ini dikelola dan tidak memiliki izin, sanksinya adalah pidana,” tegas Ismail.

“Kita akan merekomendasikan dan akan menertibkan aktivitas penambang ilegal di sungai Bulango Bone Bolango ini,” sambung Politisi PAN itu.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Lolly Junus yang juga dapil Bone Bolango mengatakan, kondisi dilokasi sangat parah, dan akan berdampak di pekarangan masyarakat setempat. Sebelumnya kata Lolly, aktivitas Galian C sudah dilarang. Namun 2 bulan terakhir kembali beraktivitas dan itu sesuai laporan masyarakat.

“Saya akan meminta Bupati Bone Bolango untuk menyurat ke BWS Sulawesi II untuk meminta penanganan khusus,” kata Lolly.

Terpisah, Kepala Desa Lomaya, Zuriati Polihito menjelaskan, ketika banjir dan jebol tanggul, 100 lebih kepala keluarga di lokasi akan terdampak akibat banjir tersebut. (Inkri)