Aktivitas Tambang Emas, Bupati Indra Ingatkan Penggunaan Bahan Kimia

Aktivitas Tambang Emas, Bupati Indra Ingatkan Penggunaan Bahan Kimia

05/02/2020 19:45 0 By Maman

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin membuka acara peningkatan kapasitas instansi pemerintah disektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Grand Q Hotel Gorontalo. (hms)

Hulondalo.id – Penggunaan bahan kimia disetiap aktivitas pertambangan di Gorontalo Utara, diingatkan Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin. Kepentingan pribadi untuk mendapatkan apa yang diinginkan, jangan lantas mengorbankan orang banyak.

“Jangan sampai dia hanya mementingkan kepentingan sendiri tapi masyarakat umum termasuk hewan yang menggunakan air itu juga akan tercemar,” kata Bupati usai membuka peningkatan kapasitas instansi pemerintah disektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Grand Q Hotel Gorontalo, Rabu (5/2/2020).

Penggunaan bahan kimia seperti merkuri dan sianida pada pertambangan kata Bupati, sangat berpengaruh pada pencemaran lingkungan, yang juga akan berdampak pada kesehatan manusia.

“Permasalahan ini tidak boleh dipandang enteng, karena antara lingkungan dan manusia itu berkaitan erat,” ungkap Bupati.

Di Gorontalo Utara kata dia, ada aktivitas pertambangan emas yang masih tradisional dan menggunakan air sungai.

“Kalau dia menggunakan bahan kimia merkuri, maka bisa berdampak pada pencemaran termasuk mahluk-mahluk di air dan kalau itu tercemar ketika konsumsi maka kita pun ikut terkena,” tutur Bupati.

Karenanya kata Bupati, meminimalisir penggunaan merkuri dan meminimalisir penting dilakukan. Akibat atau dampak yang dirasakan mungkin 10 hingga 20 tahun kemudian.

“Ini yang harus kita berikan pemahaman, pengertian kepada masyarakat dan pemerintah mencari solusinya, tambang tetap jalan tapi penggunaan bahan kimia diminimalisir,” ujarnya.

“Khususnya di Gorontalo Utara, di Desa Hulawa dan beberapa dibagian barat Anggrek, kita mulai menyampaikan kepada masyarakat agar berhati-hati ketika menambang jangan menggunakan air yang juga digunakan oleh masyarakat lainnya,” kata Bupati.

Fasilitas Laboratorium Lingkungan kata Bupati, bisa dimanfaatkan untuk mengetahui kadar atau ukuran penggunaan bahan kimia ini. (Prin/Adv)