Akui Praktik Pungli Masih Terus Terjadi, Idris Sarankan Pelayanan Publik by Sistem

Akui Praktik Pungli Masih Terus Terjadi, Idris Sarankan Pelayanan Publik by Sistem

18/03/2021 17:25 0 By Alex

pungli

Sosialisasi menuju Kota Bebas Pungli di era pandemi Covid-19 yang digelar di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Kamis (18/3/2021). (F. Haris)

Hulondalo.id – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Polda Gorontalo dan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) menggelar sosialisasi menuju Kota Bebas Pungli di era pandemi Covid-19 yang digelar di Hotel Aston, Kamis (18/3/2021).

Sosialisasi tersebut dibuka Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim. Pada kesempatan itu, Idris mengakui bahwa praktik pungli hingga saat ini masih terus terjadi dan menyasar tidak hanya sentra-sentra pelayanan publik, tapi juga sampai dengan aparat di tingkat desa.

Guna terwujudnya kota bebas dari pungli, kata Idris, upaya pencegahan harus lebih diintensifkan tidak hanya melalui kegiatan sosialisasi, tetapi perlu tindakan represif.

Dia pun menyarankan langkah-langkah yang harus dilakukan Satgas Saber Pungli mulai dari tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten/kota, di antaranya mendorong seluruh pelayanan publik dilakukan melalui sistem serta membuat peraturan yang jelas dan tegas

“Di sana-sini kita masih temui peraturan perundangan yang dapat ditafsirkan ganda dengan berbagai persepsi. Aparatur lain mengatakan bisa, yang lainnya menyatakan tidak bisa. Ini tentunya sangat memungkinkan terjadi pungli,” aku Idris.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Informasi dan Data Satgas Saber Pungli, Oka Prawira menuturkan, impelmentasi dan model kota tanpa pungli sejatinya ditinjau dari 5 parameter, yaitu sumber daya manusia, operasional, sarana prasarana, penganggaran, serta inovasi dan kreasi.

Menurut Oka, melalui konsep kota tanpa pungli, pemberantasan pungli harus dilakukan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera.

“Pungli telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pungli dapat mengakibatkan ekonomi biaya tinggi, menghambat pembangunan, merugikan masyarakat, dan menurunnya kepercayan terhadap pemerintah. Sehingga itu pemberantasannya harus tegas dan mampu menimbulkan efek jera,” katanya.(adv/alex)