Alpa di Forum BKSU, Komitmen Eksekutif untuk Kelautan & Perikanan Dipertanyakan

Alpa di Forum BKSU, Komitmen Eksekutif untuk Kelautan & Perikanan Dipertanyakan

29/09/2019 13:08 0 By Maman

Wakil Ketua DPRD Bonbol, Zainudin Pedro Bau dalam pertemuan BKSU di Kabupaten Pasang Kayu, Sulbar, Sabtu (28/9/2019).

Hulondalo.id- Ketidakhadiran jajaran Pemerintah Daerah Bone Bolango dalam pertemuan Badan Kerjasama Utara-utara (BKSU) di Kabupaten Pasang Kayu, Sulawesi Barat, Sabtu (28/9/2019) kemarin, mendapat sorotan keras Wakil Ketua DPRD Bonbol Zainudin Pedro Bau.

Kealpaan seluruh jajaran eksekutif dalam pertemuan BKSU ini kata Zainudin, dianggap bentuk ketidakpedulian, dalam upaya pengembangan daerah, utamanya disisi kelautan dan perikanan.

Jika ketidakhadiran dilakukan oleh Bupati, Zainudin menuturkan kemungkinan masih bisa dimaklumi. Akan tetapi kata dia, hal ini justru diikuti oleh seluruh jajaran eksekutif, yang menjadi ujung tombak program pengembangan budi daya perikanan berkelanjutan di Bonbol.

“Sementara agenda pertemuan yang diusung saat itu sangat penting, serta sinkron dengan program yang dicanangkan di Kabupaten Bone Bolango,” kata Zainudin.

Menurut Zainudin, pertemuan anggota BKSU kemarin, dihadiri pula Dirjen Budidaya Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Ia sendiri hadir mewakili Pimpinan DPRD Bonbol. Para bupati yang tergabung dalam BKSU juga tampak hadir seluruhnya.

Pentingnya moment itu karena dirangkai dengan studi banding ke tambak udang yang dikelola berkelanjutan di Pasang Kayu. Sehingga jika eksekutif Bonbol hadir, mereka jelas akan menelaah secara praktis seputar pengembagan tambak undang berkelanjutan di sana.

Pola itu nantinya akan diterapkan ketika kembali ke daerah masing-masing utamanya di Bone Bolango. Bahkan yang paling penting kata Politisi Golkar itu, agenda tersebut dihadiri pula sejumlah investor yang siap melakukan kerjasama dengan daerah.

“Komitmen Eksekutif bagi warga Bone Pesisir yang bersentuhan langsung dengan program perikanan dan kelautan dimana, ini perlu dipertanyakan,” ujarnya.

Selaku pimpinan DPRD, terlepas dari keseriusan Pemda Bonbol dalam Forum BKSU, Zainudin mengaku akan melakukan koordinasi dengan pimpinan dewan lainnya, serta komisi terkait untuk menindaklanjuti program BKSU yang kemungkinan dapat dimasukan dalam Rencana Induk Kerja (RIK).

Langkah ini diambil dalam waktu dekat, agar sesegera mungkin menjadi agenda DPRD.

Kerja sama utara-utara menurut Zainudin sangat positif. Forum ini kata dia, bertujuan mendorong percepatan pembangunan kawasan utara Sulawesi dengan prinsip saling membutuhkan, saling mendukung, serta saling memperkuat demi peningkatan kesejahteraan masyarakat seluruh daerah anggota.

Ada 4 kabupaten yang tergabung BKSU termasuk Bonbol. Di antaranya Buol, Sulawesi Tengah, Gorontalo Utara, Gorontalo, serta Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara.

Terbentuknya BKSU sebagai wadah kerja sama di kawasan utara Sulawesi, memberi harapan baru bagi Bone Bolango untuk mengakselerasi bidang budidaya berkelanjutan. Di Bonbol sendiri tengah digenjot pengembangan bidang kelautan dan perikanan. Salah satunya adalah budi daya udang vaname. (John)