Anggota Kodim 1508/Tobelo Ikuti Penyuluhan Bintal, Dandim: Tingkatkan Mental Prajurit

Anggota Kodim 1508/Tobelo Ikuti Penyuluhan Bintal, Dandim: Tingkatkan Mental Prajurit

16/09/2020 00:05 0 By Maman

Anggota Kodim 1508/Tobelo dan Kipan C Yonif RK 732/Banau menerima Penyuluhan Pembinaan Rohani (Binroh) dan Pembinaan Mental Ideologi Kejuangan (Bintalidjuang). (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Anggota Kodim 1508/Tobelo dan Kipan C Yonif RK 732/Banau mengikuti penyuluhan Pembinaan Rohani (Binroh) dan Pembinaan Mental Ideologi Kejuangan (Bintalidjuang). Kegiatan ini kata Dandim 1508/Tobelo, Letkol Inf I Putu Witharsana Eka Putra, antara lain untuk meningkatkan mental prajurit.

Saat memberikan sambutan, Dandim mengatakan, tujuan dari kegiatan ini, agar setiap tindakan dari prajurit, senantiasa dilandasi moral, semangat dan kesadaran yang tinggi, dengan selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

“Sehingga, tidak terjadi pelanggaran yang merugikan diri sendiri dan satuan,” kata Dandim di aula Makodim 1508/Tobelo Halmahera Utara, Selasa (15/09/2020).

Seluruh prajurit dan keluarga kata Dandim, diharapkan dapat mengikuti dengan baik, untuk meningkatkan mental prajurit, tidak hanya bidang agama saja, tetapi juga mental ideologi, kejuangan dan psikologi.

Sementara itu Kabintaldam XVI/Pattimura Kolonel Caj Sukirno sebagai pemateri mengatakan, pembinaan mental ini, merupakan usaha tindakan untuk membentuk, memelihara, meningkatkan dan memantapkan kondisi jiwa prajurit berdasarkan pancasila, Sapta Marga dan 8 wajib TNI.

“Semua itu, dilakukan melalui bintal rohani, ideologi dan mental, yang terpantul dalam sikap dan perbuatan seseorang,” ungkapnya, dalam acara yang mengangkat tema, menyatukan kekuatan untuk mewujudkan mental prajurit yang tangguh.

Sebagai seorang istri prajurit juga kata Sukrino, harus merasa bangga dan mendukung ketika suaminya diberi kepercayaan negara, untuk melaksanakan tugas tugasnya. Jadilah persit yang bermental baja dan kokoh.

Sukirno juga mengatakan, menurunnya mental dan kesehatan mental prajurit, menjadi penyebab timbulnya berbagai pelanggaran seperti Disersi, THTI, KDRT, asusila, perkelahian dan lainnya. Untuk menghindarinya, kegiatan keagamaan sesuai dengan agama masing-masing perlu dilakukan.

“Serta, menerapkan disiplin prajurit dengan berlandaskan Pancasila, sapta marga, sumpah prajurit dan 8 wajib TNI,” ujarnya. (AT)