Antisipasi Banjir, Pemkab Gorontalo Bakal Bangun Tanggul Pasir di Bantaran Sungai Bulota

Antisipasi Banjir, Pemkab Gorontalo Bakal Bangun Tanggul Pasir di Bantaran Sungai Bulota

22/09/2021 23:59 0 By Maman

Bupati Nelson Kunjungi Banjir

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo saat meninjau penyebab banjir di Mapolres Gorontalo. (foto:kominfo)

Hulondalo.id – Pemkab Gorontalo bakal membangun tanggul di Bantaran Sungai Bulota, tepatnya di jembatan sekitar Polres Gorontalo.

“Untuk sementara kita akan membuat tanggul, pasir akan dimasukan ke karung, ini langkah awal kami dalam mengatasi banjir,” kata Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo saat mengunjungi lokasi banjir di Mapolres Gorontalo, Rabu (22/09/2021).

Bupati mengaku sengaja datang di lokasi, karena ini merupakan daerah strategis. Kawasan ini juga kata dia, masuk wilayah perkotaaa yang didalamya terdapat Mapolres Gorontalo dan kampus.

“Penyebab banjir, karena curah hujan tinggi membuat sungai Bulota meluap, air masuk di kawasan Mapolres Gorontalo dan membuat tembok Mapolres Gorontalo jebol,” terang Nelson.

Bersama Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II, akan membuat tanggul sementara sekitar 80 meter.

“Ini rencana kita jangka pendek, untuk pengerjaannya diupayakan secepatnya, sehingga, tidak menggangu aktivitas atau pelayanan di Mapolres Gorontalo,” ungkapnya.

Untuk warga terdampak banjir, pihaknya telah menginstruksikan ke BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo. Namun, yang terpenting mengatasi penyebab banjir.

“Kita atasi dulu penyebabnya, setelah itu dampaknya, kita sudah menginstruksikan BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo untuk membantu warga yang terdampak banjir,” pungkas Nelson.

Sementara itu, Operasi Pemeliharaan BWSS II, Isnain mengungkapkan, jebolnya tembok di Mapolres Gorontalo diakibatkan tekanan air sangat besar. Terlebih spesifikasinya bukan tanggul, tapi dinding pasangan batu bata. Sehingga tak mampu menahan tekanan air ketika meluap.

“Kita harus membuat spesifikasi tanggul, agar ini tak terjadi lagi, kita akan mengantisipasinya dengan sack bag atau kantong pasir, minimal, tak separah ini,” tutup Isnain. (Pin)