Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Mess Haji Gorontalo Jadi Alternatif Lokasi Karantina

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Mess Haji Gorontalo Jadi Alternatif Lokasi Karantina

09/06/2021 19:46 0 By Alex

Mess Haji Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo usai membahas antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Mess Haji Gorontalo, Rabu (9/6/2021).

Hulondalo.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menyiapkan mess haji menjadi lokasi alternatif karantina pasien Covid-19 jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Gorontalo sudah menyiapkan beberapa tempat lainnya untuk karantina pasien covid-19, di antaranya Hotel Elji Kota Gorontalo dan asrama Badan Diklat di Bone Bolango.

“Setelah kami evaluasi, karantina mandiri kurang efektif. Pasien Covid-19 susah dikontrol, tidak ada obat, tidak ada petugas kesehatan. Ini yang melatarbelakangi kami untuk melakukan karantina terpusat, jadi bisa kita kontrol,” ungkap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie usai pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu (9/6/2021).

Mess haji Gorontalo dipilih karena selain tempatnya yang representatif, fasilitas ini juga pernah digunakan sebagai lokasi karantina pasien Covid-19 awal pandemi tahun 2020 lalu.

Apalagi pemberangkatan calon jemaah haji tahun 2021 telah ditunda sehingga lokasi tersebut cenderung kosong dan belum terpakai.

“Kenapa bukan rumah sakit? Kalau tanpa gejala memang tidak membutuhkan rumah sakit kecuali pasien dengan komorbit. Jadi saat ini kita hanya terus waspada,” sambung Rusli.

Meski demikian, Rusli belum bisa memastikan kapan rencana itu akan dieksekusi. Paling tidak, pihaknya sudah mengantisipasi jika terjadi ledakan kasus Covid-19 di Provinsi Gorontalo.

Pihaknya pun meminta pemerintah kabupaten, kota dan provinsi untuk terus melanjutkan proses pemeriksaan dini, pelacakan dan perawatan Covid-19.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo, Syafrudin Baderung menyambut baik rencana tersebut. Meski begitu, status mess haji sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenag RI maka butuh izin dari Dirjen Haji Kemenag RI.

“Asrama haji ini menjadi alternatif terakhir ketika terjadi lonjakan kasus. Jadi bukan serta merta hari ini dan besok langsung digunakan, tidak. Kami juga masih menindaklanjuti surat dari pak gubernur untuk dibawa ke pusat. Semua ini kita persiapkan hanya jika terjadi lonjakan kasus,” katanya.

Sebelumnya, berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Gorontalo hingga tanggal 8 Juni 2021 pukul 16.00 Wita, terdapat 5.527 orang kasus Covid-19 di mana 5.313 orang dinyatakan sembuh, 175 orang meninggal dunia dan 39 orang dirawat.(adv/alex)