APBD Provinsi Gorontalo Bakal Tekor Rp 350 Miliar Dilibas Corona

APBD Provinsi Gorontalo Bakal Tekor Rp 350 Miliar Dilibas Corona

20/04/2020 14:47 0 By Alex

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memimpin rapat terbatas bersama pimpinan OPD, Senin (20/4/2020). (F. Salman/humas)

Hulondalo.id – Rasionalisasi pendapatan dan belanja negara akibat penanganan pandemi Covid-19 rupanya berdampak pada dana transfer ke daerah.

APBD Provinsi Gorontalo diperkirakan akan menyusut hingga Rp 350 Miliar dari total APBD Provinsi Gorontalo Tahun 2020 sebesar Rp 2 Triliun. Rp 350 Miliar itu berasal dari dana perimbangan sebesar Rp 200 Miliar dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak kendaraan bermotor berkisar Rp 150 Miliar.

“Menurut penyampaian pak Mendagri maupun ibu Menteri Keuangan, bahwa pendapatan nasional tidak akan mencapai target pada APBN 2020 ini,” ujar Gubernur Rusli Habibie saat memimpin rapat terbatas, Senin (20/4/2020).

“Salah satunya juga pendapatan kita dari pajak. Banyak perusahaan yang tutup, industri yang mengandalkan impor juga terdampak,” sambung dia.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur Rusli Habibie meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan rasionalisasi anggaran. Sejumlah program kegiatan yang belum penting diminta dibatalkan dan dianggarkan ulang tahun depan.

Tujuannya agar tidak terjadi defisit keuangan lebih dalam.

Di lain pihak, selain potensi APBD tekor Rp 350 Miliar, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah sukses merelokasi anggaran sebesar Rp 89 Miliar untuk tahap awal.

Itu diambil dari belanja kantor selain listrik dan air, belanja makan minum dan belanja perjalanan dinas hingga proyek dan program lain yang sifatnya belum penting.

Namun jika keadaan kian memburuk, Pemerintah Provinsi Gorontalo membutuhkan dana tambahan relokasi APBD sebesar Rp 250 Miliar lagi sampai akhir tahun.

“Usulan dari pak Gubernur kita mencari anggaran Rp 100 Miliar. Tapi hitung-hitungan kami, itu hanya cukup sampai 30 Juni untuk membiayai bidang kesehatan, JPS (jaring pengaman sosial) dan bidang ekonomi. Kita butuh penambahan anggaran Rp 200 Miliar hingga Rp 250 Miliar lagi sampai akhir tahun,” kata Kepala Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, Huzairin Roham.(adv/alex)