APBDesa 2021 di Gorontalo Utara, Bupati: Cantumkan Gerakan Jambanisasi

APBDesa 2021 di Gorontalo Utara, Bupati: Cantumkan Gerakan Jambanisasi

08/12/2020 11:52 0 By Maman

FGD PIS PK Gorontalo Utara

Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin membuka FGD Capaian Program PIS-PK tingkat Gorontalo Utara. (foto:anki/newsnesia.id)

Hulondalo.id – Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin meminta, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2021, agar mencantumkan gerakan jambanisasi.

“Saya sudah surati para Camat untuk mengeceknya, harus mencantumkan ada gerakan jambanisasi,” ungkap Bupati usai membuka FGD Tentang Capaian PIS-PK Tingkat Kabupaten Gorontalo Utara di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Selasa (8/12/2020).

Bupati mengatakan, saat ini jamban keluarga di Gorontalo Utara sudah mencapai 79 %. Masih kurang lebih 21% yang harus digenjot. Rata-rata masyarakat di desa kata Bupati, sekitar 80 hingga 90 %. Ii perlu untuk didorong lagi agar mencapai 100%.

“Ini upaya-upaya kita untuk menjadikan Gorontalo Utara Sehat, bersama program Indonesia Sehat,” ucapnya.

Sementara itu, dalam pelaksanaan FGD PIS-PK Bupati mengatakan, sebagai Kabupaten yang sehat, Gorontalo Utara sudah mencanangkannya. Ada beberapa indikator kata Bupati, yang harus dipenuhi keluarga untuk menjadi keluarga yang sehat.

Diantaranya, fasilitas kesehatan yang ada, termasuk tenaga kesehatan. Lingkungannya juga kata Bupati dua periode ini, harus bersih.

“Kita sudah canangkan Kabupaten Kota Sehat, begitu juga Kabupaten ASI, dan sudah kita canangkan juga gerakan masyarakat sehat, banyak yang kita canangkan untuk mendorong pencapaian Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK), khususnya di Gorontalo Utara,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Rizal Yusuf Kune, mengatakan, FGD ini sengaja menghadirkan para Camat, agar nantinya para Camat tahu data kondisi kesehatan masyarakat yang ada di wilayah masing-masing.

Para Camat juga bisa melakukan langkah-langkah melalui pertemuan dengan kepala desa maupun kepala puskesmas.

“Informasi yang sudah kita sampaikan, menjadi acuan perencanaan untuk tahun berikutnya, sehingga pendataan yang kami lakukan melalui keluarga, nantinya akan menjadi seperti perencanaan yang bisa diintervensi,” tandasnya. (Prin/Adv)