Atlit Gorontalo & Pelatih PON XX 2021 Papua Jalani Pemusatan Latihan Daerah

Atlit Gorontalo & Pelatih PON XX 2021 Papua Jalani Pemusatan Latihan Daerah

02/08/2021 11:38 0 By Maman

Atlit PON Gorontalo

Atlit Provinsi Gorontalo dan Pelatih pada PON XX 2021 di Papua saat acara pembukaan pemusatan latihan daerah/TC dalam. (F. Inkri)

Hulondalo.id – 18 Atlit dari 9 cabang olahraga dan 9 Pelatih kontingen Provinsi Gorontalo pada PON XX 2021 di Papua, kini sementara menjalani pemusatan latihan daerah/TC, dalam untuk mempersiapkan keberangkatan, Senin (2/8/2021).

Ketua KONI Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama mengatakan, pemusatan latihan dilakukan agar terhindar dari hal yang tak diinginkan bersama, bagi para atlit.

“Kita persiapkan diri mereka untuk bertarung pada PON ke XX di Provinsi Papua. Agar semua harapan masyarakat Gorontalo bisa tercapai dalam prestasi ini,” ungkap Fikram.

Oleh sebab itu, Fikram juga mengatakan, seluruh tata tertib sudah disepakati oleh atlit, pelatih dan tim sukses, bahwa keluarga dilarang untuk bertemu, biarkan atlit dan pelatih fokus dalam mempersiapkan diri.

“Selama 2 bulan dikarantina di Hotel Regina, semua sudah difasilitasi oleh KONI Provinsi Gorontalo mulai dari makanan, obat-obatan, hingga tenaga media (dokter) untuk melakukan perawatan terhadap atlit tersebut,” ucap Fikram dengan semangatnya.

Saat ini juga, dijelaskan Fikram Pemerintah sudah membantu baik dari fasilitas olahraga dan persiapan lainnya dan mendukung sepenuhnya persiapan PON XX di Papua ini.

“Jika ada atlit-atlit yang melanggar, maka tentu akan dipecat oleh pihak KONI Provinsi Gorontalo, sebab mereka diminta untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan karantina ini,” tegas Aleg DPRD Provinsi Gorontalo itu.

Terpisah, Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Wahyudin A. Katili mengatakan, saat ini pihaknya cukup baik bekerjasama dengan KONI Provinsi Gorontalo.

“Alhamdulillah, atlit-atlit kami yang dilahirkan melalui wadah PPLP cukup berkontribusi untuk membawa nama baik Provinsi Gorontalo di kancah Nasional,” terangnya.

Diharapkan Wahyudin, kedepan perkaderan-perkaderan terhadap atlit-atlit muda yang berprestasi dimulai sejak dini. Contohnya, SMA negeri 6 Gorontalo kita brand menjadi sekolah olahraga di Gorontalo.

Semoga ini membangkitkan gairah dan motivasi, kami akan menambah dan mengalokasikan sarana prasarana olahraga di SMA negeri 6 Gorontalo, dan agar jenjang pendidikan di bidang olahraga lebih baik lagi. (Inkri/Adv)