Audit Dana BOS, Rusli: Kalau Boleh Ajak BPK

Audit Dana BOS, Rusli: Kalau Boleh Ajak BPK

13/11/2021 14:13 0 By Maman

Gubernur Rusli Rakor Dana BOS

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat memberikan sambutan pada penutupan Rakor Penatausahaan Dana Bos Reguler dan Bos Kinerja bagi SMA/SMK sederajat Tingkat Provinsi Gorontalo, Jumat (12/11/2021), di Ballroom Hotel Arya Duta, Manado. (Foto – Salman)

Hulondalo.id – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie meminta, audit pemanfaatan dana BOS oleh Inspektorat Daerah (ITDA) Provinsi Gorontalo, dapat melibatkan BPK RI. Agar kata Gubernur, pemanfaatan dana BOS ini bisa diketahui, telah sesuai Juknis.

“Tujuan audit juga bukan untuk mencari kesalahan orang. tapi mengingatkan jika ada yang salah,” kata Gubernur saat menutup Rakor Penatausahaan Dana Bos Reguler dan Bos Kinerja bagi SMA/SMK sederajat Tingkat Provinsi Gorontalo, Jumat (12/11/2021), di Ballroom Hotel Arya Duta, Manado.

Selain sesuai dengan Juknis, Gubernur juga meminta, dana BOS yang telah disediakan harus digunakan sesuai prioritas.

Rusli menambahkan, pemeriksaan ini begitu penting mengingat, proses belanja ATK melalui dana bos reguler sudah menggunakan aplikasi BeLa Pengadaan. Menurutnya, kepala sekolah dan bendahara tidak perlu direpotkan lagi dengan nota, karena sudah ada link UMKM bisa pesan langsung lewat situ dan pembayarannya pun sudah otomatis.

“Jadi jangan takut, jangan gugup dan sajikan apa adanya. Karena tahun ini saya ingin memperbaiki kinerja bendahara khususnya kepala sekolah dan guru. Tidak usah takut diperiksa selama itu ada niat baik termasuk juga yang fisik dan non fisik. Biar kita semua tidurnya enak, nyenyak, tidak takut dipanggil APH. Saya juga sudah mau pensiun, ingin pensiun dengan damai tanpa ada laporan – laporan ini dan itu,” harap gubernur dua periode ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili mengungkapkan, sejauh ini pemeriksaan Inspektorat sudah mulai berlangsung. Ada beberapa sekolah yang sudah selesai di audit. Pihaknya berusaha menanggapi dengan baik, berusaha untuk berkonsolidasi.

“Alhamdulillah pak gubernur dari tahun sebelumnya ada peningkatan yang cukup signifikan dari teman teman dari segi pengadministrasian sejak penyusunan RKAS.

Sehingga pak gubernur meminta semua sekolah untuk di audit, maka tentu ini menjadi pelajaran yang terbaik. Karena biasanya tidak semua sekolah terbiasa di periksa, mungkin ini yang menyebabkan tingkat kewaspadaan dan mawas diri tidak begitu dimaksimalkan,”ucapnya.

Rapat koordinasi yang berlangsung selama tiga hari ini, diikuti kurang lebih ada 135 orang peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan bendahara sekolah. Kegiatan ini dilakukan dengan prokes yang cukup ketat. (Adv)