Awas! Hasil Uji Lab Tercemar Logam Berat, Gubernur Tolak Beras dari Luar Masuk Gorontalo

Awas! Hasil Uji Lab Tercemar Logam Berat, Gubernur Tolak Beras dari Luar Masuk Gorontalo

31/03/2021 17:52 0 By Alex

Beras Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat mengikuti dialog di RRI yang disiarkan langsung dari Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (31/3/2021).(F. Salman)

Hulondalo.id – Lupakan dulu soal beras dari luar daerah yang marak masuk ke Gorontalo. Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menemukan fakta bahwa kandungan beras yang dipasok dari daerah lain sudah tercemar logam berat berdasarkan hasil uji sampel laboratorium.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady D Mario menyebut, hasil uji laboratorium yang terakreditasi di Bogor, Jawa Barat menyebut, sampel beras dari beberapa daerah seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah yang sudah masuk ke Gorontalo tercemar logam berat 0,11 Mg per Kg, dari ambang batas 0,05 Mg per Kg.

“Jadi masyarakat Gorontalo jangan tertipu dengan penampilan beras yang presentasi broken-nya (patah-patah) kecil, kemudian berasnya cerah, putih tapi ternyata kandungan logam beratnya cukup tinggi,” ujar Muljady saat dialog bersama RRI Gorontalo, Rabu (31/3/2021).

“Jika dikonsumsi terus menerus bisa mengakibatkan kanker dan penyakit berbahaya lainnya,” sambung Muljady.

Dia pun akan menyanggupi arahan Gubernur Gorontalo untuk membuat check point di perbatasan dan melakukan uji sampel setiap beras yang masuk ke Gorontalo.

Jika beras dari luar daerah kecenderungan terus mengandung logam berat di atas ambang batas maka direkomendasikan agar ditolak masuk ke Gorontalo.

Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menindaklanjuti temuan dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo terhadap sampel beras dari luar daerah yang mengandung logam berat.

“Beras Gorontalo tampilannya memang kurang baik, tapi dari segi rasa Gorontalo lebih enak. Nah saya jadi curiga, maaf karena curiga, saya minta pak Kadis (pertanian) memantau proses masuknya beras di check point kita di tiap-tiap perbatasan dan kita kirim ke BPOM. Jangan-jangan karena rasa itu beda, bisa jadi sudah tercemar,” sebut Rusli.

Gubernur Rusli Habibie juga meminta kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk memprioritaskan menyerap beras dari petani lokal. Menurutnya, Beras di Gorontalo cukup melimpah dan jika tidak terserap akan berpengaruh terhadap harga jual.(adv/alex)