Baku Potong di Pasar Sentral, Tiga Orang Luka Parah

Baku Potong di Pasar Sentral, Tiga Orang Luka Parah

31/05/2019 06:01 0 By Syakir

Salah seorang korban pembacokan, di Pasar Sentral Kota Gorontalo.

Hulondalo.id – Berawal saling ejek di Facebook, dua orang pria nyaris tewas akibat saling bacok. Bahkan, tangan salah satu korban nyaris putus. Ini terjadi di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Kamis (30/5/2019) malam.

Informasi yang dirangkum Hulondalo.id, FY alias Frengky (35) warga Desa Dumati Telaga Biru, sekitar pukul 19.00 Wita, tengah menenggak minuman keras bersama dua rekannya, di salah satu lokasi di Pasar Sentral Kota Gorontalo.

Tak lama berselang, Frengki berdiri untuk mencari tempat buang air kecil. Lagi menuntaskan hajatnya, datang YN alias Yorpan yang ditangannya sudah terhunus lilang (sejenis parang), dan langsung menebas Frengki.

Kendati tak seimbang, Frengki mencoba menangkis serangan itu hingga tangannya nyaris putus, dan lehernya robek. Dalam kondisi itu, Frengki mencoba menyerang balik menggunakan badik (pisau) yang terselip di pinggangnya.

Melihat Frengki bersimbah darah, dua orang rekannya balik mengejar Yorpan. Naas bagi IN alias Inong rekan Frengki, ternyata Yorpan tak datang sendiri. Ada AN yang kemudian ‘menyambut’ dengan ayunan parang. Inong pun terluka di tangan dan punggungnya.

Menurut Kapolres Gorontalo Kota AKBP Robin Lumban Raja melalui Kasat Reskrim AKP Deni Mukhtamar mengatakan, perkelahian FY dan YN itu dipicu tayangan siaran langsung di facebook.

Saat itu, FY alias Frengki lewat akun facebooknya melakukan siaran langsung, sambil memegang senjata tajam. Konon itu bermaksud memperlihatkannya ke YN alias Yopin. Melihat tayangan itu, YN lalu mengirim pesan inboks ke akun FY dengan kata-kata, “So Tau Pegang Piso eee???”.

Akibat perkelahian tersebut, FY mengalami luka tebasan di bagian tangan sebelah kiri dan irisan di bagian leher sebelah kiri. Sementara YN mengalami luka bacok dibagian bawah ketiak sebelah kiri, dan luka gores di bagian tangan sebelah kiri.

Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) untuk menjalani perawatan medis. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Terkait informasi yang beredar tentang latar belakang perkelahian yang diakibatkan oleh perebutan lahan parkir, Deni mengaku masih akan menyelidikinya lebih dalam.

“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Deni Mukhtamar.Adapun barang bukti yang berhasil disita petugas, diantaranya dua buah senjata tajam jenis lilang dan badik. (Jhon)