Balita yang Diisolasi di RSU Mokopindo Tolitoli Dinyatakan Negatif Covid-19

Balita yang Diisolasi di RSU Mokopindo Tolitoli Dinyatakan Negatif Covid-19

26/03/2020 23:15 0 By Maman

Bupati Tolitoli Saleh Bantilan menggelar konferensi pers terkait status PDP Covid yang diisolasi di RSU Mokopindo, Kamis (26/3/2020). (F.Istimewa)

Hulondalo.id – Balita laki-laki umur 3 tahun yang diisolasi di RSU Mokopindo Kabupaten Tolitoli, dinyatakan negatif Covid-19.

Bupati Tolitoli Saleh Bantilan, Kamis (26/3/2020) menggelar konferensi pers, mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  01 yang ada di Tolitoli tersebut.

Balita ini menjalani perawatan selama sembilan hari dan diruang isolasi selama tujuh hari oleh tim medis RSU Mokopindo.

Pengambilan sampel telah dikirim ke pusat peneliatian dan  pengembangan ( Puslitbang ) Kementrian Kesehatan RI. Setelah menunggu selama 3 hari, hasilnya dinyatakan negatif.

“Setelah beberapa hari pasien 01 PDP CIVID-19 tersebut mendapatkan perawatan yng sangat ketat , pasien anak laki-laki berumur 3 tahun ini ditetapkan sebagai pasien 01 dengan status PDP dan dirawat di ruang isolasi RSU Mokopido sejak tanggal 19 Maret. Alhamdulillah sesuai hasil laboratorium dinyatakan negatif,” jelas Bupati Saleh.

Bupati Saleh Bantilan mengatakan, untuk sekarang ini kondisi anak tersebut sudah membaik. Selama melakukan perawatan, tim medis mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan termasuk menggunakan alat pelindung diri APD

“Anak tersebut sudah semakin membaik dan akan di pulangkan kembali kepada keluarganya tetapi akan tetap dalam pemantauan medis,” tambah Bupati Saleh.

Meskipun demikian, Bupati Saleh berharap agar seluruh masyarakat tetap waspada diharapkan agar tidak panik berlebihan dengan tetap menjaga kesehatan, selalu budayakan mencuci tangan, hidup bersih dan hindari tempat keramaian.

Kondisi terkini pasien 01 dijelaskan oleh Direktur Rs Mokopido Tolitoli dr. Danial, bahwa dari hasil pemantauan kondisi anak tersebut membaik.

“Pada pemeriksaan terakhir sihu tubuhnya berada pada 36,7 derajat celcius, saturasi oksygem 98 persen dan yang dilaksanakan sekarang terapy nutrisi biasa dan terapi oral dengan kesimpulan bahwa kondisinya anak tersebut berangsur baik dan sudah bisa makan dan minum,“ jelasnya.

Ketua IDI dr. Sofyan juga menambahkan bahwa untuk anak yang sebelumnya dikatakan dengan pasien 01 PDP  berada di urutan ke enam dalam daftar yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan, Pusdatina Provinsi Sulteng, dan dari hasil pemeriksaan laboratorium PCR dan Genom Sequencing penelitian dan pengembangan Kementrian Kesehatan RI, hasilnya negatif dan kontrol darah relatif stabil dan sudah bisa minum obat melalui oral dan sampai saat ini keadaan anak tersebut semakin membaik. (andis/adv)