Banjir di Gorontalo Utara Meluas, di Monano Ini Penyebabnya

Banjir di Gorontalo Utara Meluas, di Monano Ini Penyebabnya

23/12/2020 00:18 0 By Maman

Banjir di Monano Gorontalo Utara

Banjir di Kecamatan Monano Gorontalo Utara. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Bencana banjir di Gorontalo Utara meluas. Selain di Kecamatan Biau, kini meluas di  kecamatan lain seperti Kecamatan Monano. Selain curah hujan yang tinggi, normalisasi sungai diperlukan untuk mencegah bencana kembali terjadi.

Anggota DPRD Gorontalo Utara, Mikdad Yeser mengatakan, Selasa (22/12/2020), enam desa di Kecamatan Monano, diterjang banjir. Enam desa tersebut kata dia, Desa Monano, Monano Selatan, Desa Zuriati, Desa Mokonowu, Desa Tudi serta Desa Tolitehuyu.

“Normalisasi sungai di beberapa desa itu sudah harus dilakukan,” kata Mikdad.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Gorontalo Utara, Amri Biri saat dihubungi hulondalo.id mengatakan, banjir juga terjadi di Desa Deme 1 Kecamatan Sumalata Timur dan Desa Mebongo Kecamatan Sumalata. Namun kata dia, di Desa Mebongo cepat surut.

Bencana banjir di Kecamatan Monano, Amri mengatakan, agak sulit diatasi, karena di muara sungai terdapat konservasi mangrove. Saat hujan turun sulit untuk bisa keluar, karena muara sudah tertimbun sedimen.

“Untuk membuka itu kembali, maka akan mengeluarkan banyak mangrove, sehingganya dibutuhkan lintas sektor dengan pengambil kebijakan untuk memberikan keputusan itu,” jelasnya.

Badan sungai yang ada di bawahnya lanjut Amri, sudah tertutup sedimen. Untuk mengerjakan itu, butuh ijin dari Kementrian Kehutanan, karena kemungkinan harus mengeluarkan banyak mangrove.

“Karena yang harus dikerjakan kurang lebih panjanganya 1800 meter,” jelas Amri.

Amri juga menambahkan, hal itu sudah disampaikan ke Provinsi dan masih akan di carikan solusi, termasuk perijinan untuk mengembalikan fungsi sungai.

“Saya juga itu merasa sedih, karena pernah kami kerja disitu tahun 2015 jadi banjir itu selama 3 Tahun mereka tidak rasakan, Tapi begitu tertutup lagi dengan sedimen, mulai banjir lagi, kemudian mereka menyampaikan, kapan mau dibuka lagi Pak,” terangnya.

Amri menjelaskan, jika memang itu akan dibuka kembali, maka akan ada sekitar 2 kilometer panjang dan lebar sekitar 30 meter, karena badan sungai saja membutuhkan 12, 12 meter. Kemudian untuk penempatan galian minimal enam meter, diantara kedua sisi sungai, dan otomatis mangrove yang ada akan keluar. (Prin)