Bank Indonesia Sudah Rogoh Kocek Rp 2 Miliar Bantu Pemulihan Ekonomi Gorontalo

Bank Indonesia Sudah Rogoh Kocek Rp 2 Miliar Bantu Pemulihan Ekonomi Gorontalo

03/12/2020 17:19 0 By Alex

Bank Indonesia Gorontalo

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat mendapatkan cenderamata dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Budi Widihartanto pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020, Kamis (3/12/2020). (F. Haris/Humas)

Hulondalo.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan untuk UMKM hingga institusi pendidikan dengan total senilai Rp 2 Miliar dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi.

Pun bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020, Kamis (3/12/2020).

“Atas nama Pemprov Gorontalo, kami mengapresiasi kepada Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo yang memberikan bantuan kepada UMKM dan institusi pendidikan. Dengan bantuan ini saya harapkan UMKM akan lebih bergairah mengembangkan usahanya untuk mendukung program pemulihan ekonomi,” ucap Idris.

Adapun bantuan tersebut diberikan kepada 28 UMKM olahan pangan, kerajinan, fashion, serta UMKM klaster ketahanan pangan dengan total Rp 1,273 Miliar.

Kemudian, bantuan pendukung sarana pendidikan yang diberikan kepada 12 sekolah dan 4 perguruan tinggi swasta, dengan paket bantuan berupa 3 unit laptop, 2 unit proyektor, 3 unit modem, serta bantuan pulsa internet untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19, dengan total bantuan sebesar Rp 552 Juta.

Selain itu ada juga bantuan sarana BI Corner, Pojok Baca dan Dongeng PAUD serta Alquran, senilai Rp 182 Juta.

Terkait pemulihan ekonomi di Provinsi Gorontalo, Wakil Gubernur Idris Rahim mengatakan bahwa pihaknya memiliki sejumlah strategi, di antaranya dengan mengakselerasi penyaluran APBN yang hingga Triwulan III 2020 mencapai Rp 2,5 Triliun, APBD Provinsi Gorontalo Rp 1,1 Triliun, dan APBD kabupaten/kota sebesar Rp 3,5 Triliun.

Selain itu, perbankan di Gorontalo juga lebih aktif menyalurkan kredit untuk program UMKM yang nominalnya mencapai Rp 530 Miliar.

“Upaya ini terbukti mampu mendorong perbaikan perekonomian Provinsi Gorontalo. Jika pada Triwulan II 2020 kita mengalami kontraksi negatif -2,97%, pada Triwulan III kita mencatat perbaikan menjadi kontraksi -0,07%. Mudah-mudahan pada Triwulan IV dan Tahun 2021 nanti pertumbuhan ekonomi kita bisa positif,” harap Idris.(adv/alex)