Bantuan Minim, 7 Nelayan Gorontalo Akhirnya Pulang Berbekal Video Call

08/11/2019 17:54 0 By Alex

7 Nelayan Gorontalo yang sempat hilang terombang-ambing di laut Filipina ini akhirnya pulang ke Gorontalo. Kepulangan mereka sempat tertunda karena tak mendapat bantuan cukup. Mereka akhirnya bisa pulang saat dibantu patungan oleh KKIG Biak, Papua. Foto ini diambil saat berada di bandara BIak.

Hulondalo.id – Pasca ditemukan selamat di perairan Filipina, kondisi psikologis 7 nelayan asal Gorontalo berangsur membaik.

Bahkan informasi dari Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Kabupaten Biak, 7 nelayan asal Desa Bilihu Tengah, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo tersebut sudah diterbangkan ke Gorontalo melalui Bandara Biak, hari ini, Jumat (08/10/2019).

Namun begitu, proses kepulangan 7 nelayan masing-masing Simin Lahabu (44), Tamrin Talib (47), Sarton Karim (44), Jafar Talib (37), Jupri Pago (20), Abdul Nurjen Karim (20) serta Pandri Kayiu (21) ini sempat terkatung-katung karena kekurangan dana.

Bahkan, begitu mereka tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, tidak ada satu pun yang mendampingi 7 nelayan ini. Maklum, ini pertama kalinya mereka naik pesawat terbang.

Oleh KKIG Biak, 7 nelayan ini pun hanya dipandu melalui video call saja agar tidak tersesat dan ketinggalan pesawat saat transit di Bandara Sultan Hasanuddin.

“Memang proses kepulangan mereka ke Gorontalo agak sedikit terlambat, karena kami harus mencarikan dana untuk mereka pulang,” ungkap Boby Otoluwa, anggota KKIG Biak kepada Hulondalo.id via seluler.

Boby mengakui, untuk proses kepulangan 7 nelayan tersebut, pihaknya sudah menghubungi pemerintah daerah di Gorontalo, baik dari Eksekutif maupun Legislatif. Paling tidak untuk memfasilitasi.

“Tapi tidak ada respon. Akhirnya kami hanya bisa mengantar mereka sampai di Bandara Biak saja dikarenakan dana terbatas,” tutur Boby.

Hingga berita ini dilansir, 7 nelayan Gorontalo tersebut sudah berada di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Mau ke mana arah mereka selalu dipandu melalui video call. Mau makan, ke toilet, harus saling menjaga. Agar tidak tersesat.

Menurut jadwal, 7 nelayan Gorontalo ini akan tiba di Bandara Djalaludin Gorontalo sekitar pukul 18.40 Wita.

Sementara itu, pihak keluarga di Gorontalo tak sabar menantikan kedatangan mereka di Gorontalo. Bahkan para keluarga saat ini sudah menuju bandara Djalaludin Gorontalo.

“Kami keluarga sudah bersiap- siap menuju bandara.Karena informasi yang kami terima malam ini mereka sampai,” tutur Hongki Suleman, salah seorang kerabat korban.

Sebelumnya, 7 nelayan ini dikabarkan hanyut saat melakukan aktivitas mencari ikan di perairan Papua pada 13 September 2019. Naas, tali rumpon/rakit yang mereka tumpangi putus diterjang gelombang tinggi dan cuaca yang sangat ekstrim.

Akibatnya rakit yang mereka tumpangi terombang ambing di lautan lepas hingga ke perairan Filipina. Mereka dikabarkan selamat pada Selasa (5/11/2019), setelah ditemukan oleh kapal ikan Filipina di laut lepas.(Jeff)