Bantuan Rp2,4 Juta Tiap Lansia Tidak Jalan, Sofyan: Butuh Pendampingan Administrasi

Bantuan Rp2,4 Juta Tiap Lansia Tidak Jalan, Sofyan: Butuh Pendampingan Administrasi

14/09/2021 20:47 0 By Maman

Kunjungan DPRD Prov Gorontalo LKSA Beringin

DPRD Provinsi Gorontalo saat berkunjung ke LKSA Beringin Kabupaten Gorontalo. (foto:hms)

Hulondalo.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Sofyan Puhi meminta Pemprov Gorontalo memberikan pendampingan khusus administrasi dalam menjalankan program kementerian di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU).

Sofyan mengatakan, ada program kementerian yang tidak jalan di LKS Beringin, yakni program bantuan terhadap lansia senilai Rp2,4 juta per lansia. Program ini dari kementerian yang ditolak LKS, karena harus memiliki pendampingan.

“Tidak diterima program ini, sebab pembuatan SPJ yang sulit, juga anggaran diberikan langsung ke masing-masing lansia, ketika ada assesment, masalah-masalah administrasi ini yang menjadi kendala pada LKS, dalam melaporkan pertanggungjawaban,” ungkapnya, Selasa (14/9/2021).

“Dari hasil pertemuan ini, kami sudah sampaikan pada dinas sosial, harus ada solusi terkait pendampingan administrasi bagi LKS. Dinas Sosial membuat program pendampingan ini, jangan diserahkan ke LKSA tersebut, karena mereka tidak memiliki tenaga tersebut,” tambahnya.

Dia menambahkan, jumlah lansia di LKS-LU Beringin ada 126 orang. Dan DPRD Provinsi Gorontalo kata dia, akan menindaklanjuti di kementerian terkait hal ini, untuk merubah juknis terkait program ini.

Sementara itu, Ketua LKS-LU Beringin Kelurahan Hutuo, Ahmad Mahani mengatakan, tenaga pendampingan saat menjalankan program ini, tidak memiliki anggaran operasional, juga sulit untuk melakukan assesment ketika sudah dicairkan.

“Kita juga butuh biaya, ketika menjalankan program ini kepada lansia, daripada mengusahakan, kita menolak program ini dari kementerian,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, LKS-LU ini memiliki tenaga pendampingan sebanyak 15 orang dan lansia sejumlah 140 lansia. Ketentuan dari Kementerian 5-7 orang lansia, dari hal itu kita mengambil kebijakan 10 orang setiap pendamping, sebab mereka profesional dalam bekerja. (Inkri/HL)