Bantuan Studi ASN untuk Peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik di Boalemo

Bantuan Studi ASN untuk Peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik di Boalemo

27/04/2021 05:16 0 By Yadin

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Boalemo menggelar conference pers menggenai pengelolaan beasiswa.

Hulondalo.id – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Boalemo menggelar conference pers mengenai pengelolaan beasiswa dan bantuan studi yang sempat menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat Boalemo saat ini.

Hal ini terkait lagi viralnya di media sosial, mengenai lampiran 33 orang PNS yang menerima bantuan studi, termasuk mengenai program doctoral.

“Bukan kali ini PNS menerima bantuan studi, diawal Kabupaten Boalemo berdiri di tahun 2003, pernah ada MoU dengan Universitas Patria Artha Makasar, ada 40 pejabat ASN mengambil magister. Dan di masa bupati pak Rum Pagau, ada program 100 magister dan 10 doktor. Nah, ketika ASN menerima bantuan studi menjadi polemik, sementara ini sudah terjadi di beberapa tahun yang lalu,” ungkap Sekretaris Dikpora Boalemo, Ramli Masa kepada awak media.

Senada dengan itu, Kabid Pembinaan Ketenagaan Dikporab Boalemi, Mohamad Nasir, menyampaikan bahwa muncul bantuan studi untuk ASN, PNS, dan pejabat strukural sudah diatur oleh Perbup Nomor 12 Tahun 2015, yakni pedoman pemberian beasiswa tugas belajar dan izin belajar.

“Nah, ini yang menjadi acuan penerima beasiswa itu. Dan yang S3, persyaratan sudah kami seleksi, yaitu izin belajar, IPK, disertasi, surat keterangan aktif kuliah, kartu mahasiswa dan sebagainya,” tuturnya.

Kata Nasir, bantuan dan beasiswa ini berawal dari RPJMD yang dituangkan dalam misi ke dua pemerintah Damai yaitu misi cerdas.

“Sehingganya misi cerdas ini, sebagai sasaran utama indikator penunjang dari bupati yang diturungkan ke OPD. Dan di OPD, sasaran indikatornya adalah meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan. Dan kami juga di tahun 2018 telah memberikan bantuan kepada guru, tata usaha, dan pejabat struktural untuk melanjutkan studinya. Jadi jelas, dari RPJMD turun ke visi dan misi, dan turun ke indikator peningkatan mutu pendidikan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Boalemo, Hasan Makuta, pada jumpa pers menyampaikan bahwa dalam syarat khusus Perbup Nomor 4 Tahun 2021 bantuan studi ini selain diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu, juga diberikan kepada yang berprestasi, melalui beberapa syarat dan kriteria.

“Dimana syarat khusus bagi yang kurang mampu, yaitu Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa, surat komitmen menyelesaikan studi dan meraih gelar akademik. Dan untuk syarat khusus penerimaan bantuan studi prestasi, yakni memiliki IPK minimal 3,00 untuk lanjutan strata 2 dan 3, memilik transkip nilai memuaskan untuk S1, D4, dan D3,” ungkapnya.

Kata Hasan, dasar bantuan studi ini ada dua sumber hukum, yaitu Perbup Nomor 102 Tahun 2019 yaitu pemberian bantuan studi di dalam dan luar negeri, yang telah di ubah menjadi Perbub Nomor 4 Tahun 2021, yakni bantuan studi pendidikan di dalam dan di luar negeri baik keluarga tidak mampu dan berprestasi.

“Jadi, perubahan yang dimaksud pada di Perbup Nomor 102 Tahun 2019 ke Perbup Nomor 4 Tahun 2021 itu, ada pada BAB 2 pasal 2 maksud penerimaan beasiswa, pasal 5 persyaratan umum calon penerima bantuan studi, dan pasal 6 persyaratan khusus bagi mahasiswa tidak mampu dan persyaratan khusus bagi mahasiswa berprestasi. Dan untuk bantuan studi ini di SK oleh Plt bupati berdasarkan Perbub Nomor 12 Tahun 2015 dan Nomor 4 Tahun 2021,” jelasnya.

“Untuk penerima bantuan studi ini, ada 394 penerima yang terdiri dari S1, S2, S3, dan 46 penerima D3, sehingga total ada 440 mahasiswa penerima bantuan studi yang akan di bagi dalam dua tahap,” tandas Kadis Hasan. (Rifal/Adv)