Bapppeda Gandeng JICA Selamatkan Danau Limboto

Bapppeda Gandeng JICA Selamatkan Danau Limboto

08/07/2019 00:34 0 By Alex

Pertemuan antara Bapppeda Provinsi Gorontalo dengan JICA beberapa waktu lalu. Kerjasama tersebut untuk mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir danau untuk penyelamat danau dari proses pendangkalan.

Hulondalo.id – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk pemberdayaan warga pesisir Danau Limboto sebagai upaya penyelamatan danau yang kian kritis tersebut.

Sebelumnya, kondisi danau Limboto saat ini termasuk 1 dari 15 danau kritis di Indonesia. Luas danau Limboto berkurang 4.304 Hektar (62,6%) atau rata–rata susut luas danau mencapai 66 Hektar per tahun. Diprediksi danau ini akan lenyap 37 tahun kemudian yakni pada tahun 2044 bila tidak dilakukan upaya penyelamatan.

Pada kerjasama dengan JICA akan fokus pada 3 hal, yakni integrasi tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penguatan kapasitas aparatur desa serta kerjasama ekonomi dan pengelolaan lingkungan antar daerah.

“Ketiga aspek kerjasama itu diharapkan dapat mendorong pemberdayaan warga pesisir danau. Pemberdayaan ini pada gilirannya akan menyelamatkan danau dari pendangkalan,” terang Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, Ahad (7/7/2019).

Sebagai bentuk keseriusan pada kerjasama ini, Regional Development Policy Advisor JICA untuk wilayah Sulawesi, Shintani Naouyuki beserta tim akan kembali berkunjung ke Gorontalo pekan ini juga. Salah satu langkah konkrit yang segera dilaksanakan yaitu kolaborasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat desa yang berada di pesisir danau Limboto.

“Kita ingin program ini digerakkan melalui perencanaan desa dan pemberdayaan masyarakat sampai dengan mendorong kerjasama antar desa/kabupaten untuk pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” kata Budiyanto.

Selain isu lingkungan, kerjasama juga menyasar program pendidikan, kesehatan, pariwisata dan penanggulangan bencana. Pada prosesnya, JICA akan mengirimkan 10 orang tenaga ahli muda Japan Overseas Cooperation Volunteers (JOCV) di Gorontalo sesuai dengan tematik isu yang dikerjasamakan.(usman)