Batang Raja, Benda Pusaka Boalemo Dipindahkan ke Dinas Perpustakaan

Batang Raja, Benda Pusaka Boalemo Dipindahkan ke Dinas Perpustakaan

30/12/2020 11:42 0 By Yadin

Pembacaan doa sebelum benda pusaka Boalemo dipindahkan.

Hulondalo.id – Batang Raja sebagai benda pusaka Boalemo resmi dipindahkan dari Dinas Pariwisata ke Dinas Perpustakaan, Rabu (30/12/2020).

Plt. Bupati Boalemo, Anas Jusuf berharap benda pusaka ini harus dijaga dan dirawat.

“Karena ini benda bersejarah, maka kewajiban kita harus menyimpan di tempat yang aman, sehingga benda ini bisa terjaga dan tersimpan dengan baik,” harap Anas.

Agar benda pusaka ini bisa dikenal dan didalami maknanya lanjut Anas, ke depan harus melibatkan tokoh adat atau budaya untuk mengkaji benda bersejarah ini.

“Saya meminta secara khusus kepada Dinas Perpustakaan dibantu Dinas Pariwisata agar kita bisa mengatahui makna dan sejarah benda ini,” pinta Bupati.

“Ke depan harus melibatkan tokoh-tokoh yang ada di Boalemo untuk membahas benda bersejarah ini, sehingga generasi sekarang dan yang akan datang bisa mengetahui bahwa Batang Raja ini merupakan benda sejarah kerajaan Boalemo,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, Gerson Samin mengatakan, Batang Raja dipindahkan dari gedung pariwisata lama ke perpustakaan, karena gedung pariwisata baru sudah berada di Bolihutuo.

“Sesuai perintah Kepala Daerah, Batang Raja ini dipindah ke perpustakaan, dan di sini dipastikan bisa lebih aman,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan, Dorci Pauweni, dalam pengelolaan benda bersejarah ini akan lebih menonjolkan dan menjaga nilai historisnya.

“Ke depan kita akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, karena di sana ada budaya adatnya. Dan kami akan mengamankan Batang Raja ini sebaik mungkin karena sangat dijaga ritualnya. Ini juga sesuai harapan pak Plt Bupati untuk menjaga keutuhan benda bersejarah ini,” ujarnya.

Nanti, dinas perpustakaan dan kearsipan akan melibatkan tokoh-tokoh Boalemo untuk menggali dan memahami nilai dari benda bersejarah ini.

“Nanti kita membuat semacam regulasi dan hak cipta, agar masyarakat Boalemo mengetahui asal-usul dari Batang Raja ini. Serta juga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan akademik agar tulisan dari Batang Raja ini sesuai dengan sejarah, sebab masih tertulis VOC berarti itu masih di masa penjajahan Belanda,” jelas Dorci Pauweni. (MG-03)