Bau Busuk dari Got di Desa Beji Diprotes Warga, Diduga Limbah Industri

Bau Busuk dari Got di Desa Beji Diprotes Warga, Diduga Limbah Industri

29/08/2020 22:16 0 By Maman

Saluran pembuangan yang dikeluhkan warga di Desa Beji Kecamatan Boyolangu. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Bau busuk dari gor di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Tulungagung Provinsi Jawa Timur, diprotes warga. Diduga, bau ini diakibatkan oleh limbah pabrik mie tak jauh dari pemukiman warga.

Padahal kata warga sekitar, got tersebut baru dua minggu selesai dibangun. Bau yang ditimbulkan semakin hari makin menyengat. Sabtu (29/08/2020), salah seorang warga, DS mengatakan, sebelumnya bau yang ditimbulkan tidak begitu menyengat. Namun, lama kelamaan makin parah.

“Saluran ini tersambung langsung ke pabrik, jika bau ini dari limbah cair pabrik itu, seharusnya sudah melalui proses Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL,” ujarnya.

Diakuinya juga, sebelumnya warga sudah memberikan ijin pembangunan pembuangan saluran air ini. Namun, saat itu warga tidak tahu jika pembuangan limbahnya air juga digunakan untuk pembuangan limbah industri.

“Pernah dikumpulkan di kantor desa, tapi dalam pertemuan itu disebut pembuangan air dari rumah tangga warga sekitar,” terangnya.

DS dan sejumlah warga, ingin ada penyelidikan terkait dugaan limbah di gang makam Desa Beji tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Beji, Khoirudin membantah, jika bau itu merupakan limbah pabrik. Menurutnya, pabrik yang dimaksud telah memiliki IPAL.

“Itu hanya sisa endapan sembilan bulan lalu, kemudian disentor dan mengalir ke saluran, IPAL pabrik sudah bagus dan berijin,” kata Khoirudin, saat dihubungi.

Dia mengakui, got yang dibangun sekitar dua minggu lalu itu, difungsikan atas kesepakatan dengan warga. Sebelum got dibangun kata Khoirudin, juga dilakukan musyawarah dengan perwakilan warga. Dan memang got itu diperlukan.

Terhadap keluhan tersebut, Khoirudin telah menghubungi pabrik, agar kembali melakukan penyiraman dan mengalirkan endapan yang menjadi biang adanya bau.

“Kita sudah hubungi pihak pabrik, namun belum ada respon kapan dilakukan,” paparnya. (MO)