Bawaslu Ungkap Serangan Fajar di Bone Bolango, Begini Kronologisnya

Bawaslu Ungkap Serangan Fajar di Bone Bolango, Begini Kronologisnya

15/04/2019 00:49 0 By Alex

serangan fajar

Ilustrasi serangan fajar (istimewa)

Hulondalo.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango mengusut dugaan pelanggaran Pemilu di wilayah Kecamatan Suwawa, Ahad (14/4/2019).

Pengusutan dugaan money politic atau politik uang tersebut menyusul ada laporan dari masyarakat, baru-baru ini. Saat ini, Bawaslu Kabupaten Bone Bolango sudah menyita barang bukti berupa uang sejumlah Rp 700 Ribu.

“Iya benar, ada temuan langsung yang kami dapatkan soal peristiwa politik uang,” ungkap Komisioner Bawaslu Kabupaten Bone Bolango, Alti Muhamad ketika dihubungi via seluler.

Kronologisnya bermula saat ada oknum yang diduga sedang membagi-bagikan uang di wilayah Desa Helumo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, sekitar pukul 22.00 Wita. Terinformasi bahwa uang yang dibagikan tersebut sejumlah Rp 1,4 Juta dengan pecahan Rp 100.000,-. Dari situlah warga yang mendapatkan pembagian uang tersebut melaporkan kepada pihak Bawaslu, sekaligus menyerahkan uangnya sebagai barang bukti.

“Uangnya Rp 1,4 Juta, tapi yang kami sita tinggal Rp 700 Ribu karena sisanya tadi sudah terlanjur dipakai masyarakat yang menerima,” tambah Alti.

Disinggung soal caleg mana dan partai apa yang diduga melakukan pelanggaran pemilu tersebut, Alti mengatakan bahwa pihaknya masih akan menelusurinya. Pasalnya, temuan ini baru saja dilaporkan oleh masyarakat.

“Sekarang ini kami baru mau mengambil BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Yang membagikan 1 orang dan yang bersangkutan kooperatif. Nanti setelah pemeriksaan akan berkembang siapa dan dari mana asal uang ini,” tambah Alti.

Terpisah, Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Jaharudin Umar membenarkan ada dugaan pelanggaran pemilu di wilayah Bone Bolango. Menurutnya, Bawaslu setempat sedang melakukan penelusuran.

“Pada intinya memang benar ada dugaan politik uang. Namun demikian sedang dilakukan proses investigasi terkait siapa pelaku politik uang dimaksud,” jelas Jaharudin.

Ditambahkan Jaharudin, barang bukti yang sudah disita baru berupa uang. Dan rencananya, barang bukti tersebut akan langsung dititipkan dengan berita acara penitipan.

“Jadi untuk sementara baru uang. Yang lainnya nanti bergantung penelusuran. Siapa pelakunya (calegnya) dari partai apa dia belum diketahui,” tandas Jaharudin.(usman)