Begini Kronologis Bocah SDN 2 Tilamuta sampai Ditemukan Tewas Nyangkut di Jendela Sekolah

Begini Kronologis Bocah SDN 2 Tilamuta sampai Ditemukan Tewas Nyangkut di Jendela Sekolah

29/03/2021 23:39 0 By Alex

bocah meninggal dunia

Tangkapan layar video seorang bocah laki-laki meninggal dunia tergantung di sebuah jendela di belakang sekolah, Senin (29/3/2021).

Hulondalo.id – Aparat Polres Boalemo mengkonfirmasi bahwa siswa SDN 2 Tilamuta yang ditemukan tewas tergantung di kaca jendela di belakang sekolahnya itu diduga kuat karena insiden kecelakaan.

Belakangan diketahui bocah tersebut bernama T (10), siswa kelas 4 SDN 2 Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Rencananya, bocah yang merupakan 2 bersaudara itu akan dimakamkan besok, Selasa (30/3/2021).

“Pihak keluarga masih menunggu papanya (ayah korban) dari kota (Gorontalo) menuju Tilamuta,” ujar Kepala Desa Pentadu Barat, Suaib Kawan ketika dikonfirmasi Hulondalo.id.

Kapolres Boalemo AKBP Ahmad Pardomuan ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Kapolres mengatakan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi.

“Kami terus cari perkembangan. Sementara di TKP awal diduga yang bersangkutan lompat dari jendela sehingga bajunya terkena di grendel jendelanya. Di TKP ditemukan juga ada bekas sepatu korban naik ke jendela,” kata AKBP Ahmad Pardomuan.

“Saksi-saksi juga sudah kita periksa dan nanti saksi-saksi lain, kita kembangkan lagi. Kemudian kami juga sudah visum lalu korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” sambung alumnus Akpol 1999 itu.

Sebelumnya, dari hasil interogasi pihak kepolisian terhadap para saksi, kronologisnya bermula korban masuk sekolah seperti hari biasa. Korban bersama teman-teman sekelasnya melaksanakan tugas yang diberikan oleh wali kelas, Lutfia Alamri.

Saat itu, ada 5 siswa, termasuk korban, yang tertinggal di kelas karena para siswa lain telah selesai mengerjakan tugas dari wali kelas.

Dari hasil interogasi polisi dari saksi-saksi, diduga korban keluar dari jendela kelas. Dari situlah diduga baju seragam korban tersangkut di grendel jendela kelas. Korban pun ditemukan beberapa jam kemudian.

“Sebelum pulang, saya masih ada di dalam kelas memeriksa tugas mereka dan atur-atur buku, lalu saya tutup pintu kelas. Dan pintunya tidak bisa dikunci, tetapi pintunya tertutup,” kata Luftia, sang wali kelas.

“15 menit setelah anak-anak saya pulangkan, saya masih kontrol sebelum keluar dan menutup ruangan,” terang Luftia sembari menambahkan bahwa dirinya tidak sempat mengontrol jendela kelas.(Mg04)