Belajar Tatap Muka Terbatas, Marten: September 2021 Uji Coba

Belajar Tatap Muka Terbatas, Marten: September 2021 Uji Coba

28/08/2021 17:31 0 By Maman

Marten Taha

Walikota Gorontalo, Marten Taha.

Hulondalo.id – Walikota Gorontalo, Marten Taha mengatakan, pelaksanakan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Satuan Pendidikan di Kota Gorontalo akan segera dimulai. Secara bertahap kata Walikota, akan dimulai bulan September 2021, diawali dengan masa ujicoba.

Ujicoba kata Marten, memprioritaskan sekolah yang telah memenuhi syarat dibukanya PTM terbatas dimasa pandemik covid-19.

“Persyaratan yang diberikan salah satunya adalah, tenaga pengajarnya sudah disuntik vaksin,” ujar Walikota saat diwawancarai, Sabtu, (28/8/2021).

Untuk memenuhi persyaratan PTM, Marten telah mengeluarkan instruksi ke Dinas Pendidikan, untuk melakukan sejumlah persiapan sebelum memulainya.

“PTM dimasa pandemi covid-19 tidak akan sama dengan waktu normal sebelumnya, satuan pendidikan wajib menjalani ketentuan yang disyaratkan yaitu, protkes, sarana prasarana penunjang, tenaga pengajar yang tervaksinasi, serta pengaturan sift jam masuk siswa,” jelas Marten.

Lanjut kata Marten, Pemkot Gorontalo juga sudah membuat Perwako sebagai pijakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka nanti.

“Dari segi regulasi, kami telah membuat perwako, terkait dengan SOP mekanisme pelaksanaannya. Sampai saat ini kami masih menunggu evaluasi dari pemerintah provinsi Gorontalo”, ucap Marten.

Rencana ini juga mendapat respon positif dari masyarakat Kota Gorontalo. Pernyataan dukungan itu berdasarkan realase data dari Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, menyebut persetujuan orang tua siswa SD dan SMP telah mencapai 91%.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman Kasim juga mengungkapkan, dukungan pembukaan PTM juga datang dari komite sekolah. Ditingkat SD ada 93% memberikan persetujuan, sementara 90% untuk SMP.

“Sejumlah instrumen ini yang harus dipersiapkan sekolah sebelum memulai PTM, sebagimana diatur dalam keputusan bersama 4 menteri tertanggal 30 maret 2021 selain kesiapan sarana prasarana,” ujarnya.

Adapun skenario PTM, Lukman mengatakan, akan menerapkan sistem pemberlakuan 50%, atau pengaturan sift. (Inkri/Hulondalo.id)