Bele Huyula Mandiri: Pencegahan Covid-19 dari Lingkungan Keluarga, Diawasi Puskesmas

Bele Huyula Mandiri: Pencegahan Covid-19 dari Lingkungan Keluarga, Diawasi Puskesmas

13/06/2020 22:16 0 By Alex

PSBB Gorontalo tak diperpanjang

Suasana rapat virtual evaluasi PSBB tahap III yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim bersama unsur forkopimda, Sabtu (13/06/2020). (F. Fadly/Humas)

Hulondalo.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo mengusung konsep “Bele Huyula Mandiri” dalam menghadapi masa transisi menuju era new normal.

Dengan konsep itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo mengusung pendekatan dari hulu ke hilir dengan mengedepankan kearifan lokal dimana pencegahan Covid-19 akan dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga, dalam melakukan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

“Akan diperhitungkan juga aspek sosial dan ekonomi dengan keterlibatan dan peran besar dari unsur puskesmas, pemerintah desa/kelurahan, tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya. Keberhasilan dari program ini tentu sangat membutuhkan dukungan dan komitmen yang kuat dari bupati dan walikota,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, Sabtu (13/6/2020).

Konsep Bele Huyula Mandiri memiliki beberapa tujuan, diantaranya membangun paradigma masyarakat melalui edukasi dengan berbasis pendekatan keluarga, mendorong kemandirian masyarakat dalam menghadapi berbagai resiko penyakit, dan mengembalikan fungsi puskesmas sebagai fasilitas kesehatan deteksi dini penyakit.

“Ini semua untuk mendukung pencapaian pemutusan sumber infeksi Covid-19 serta mendukung pelaksanaan program pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam upaya penanggulangan Covid-19,” kata Darda.

Adapun cara pelaksanaan konsep ini diawali dengan pembentukan tim gugus desa yang dibantu oleh tim teknis fungsional di bawah kendali Puskesmas. Kemudian akan dilaksanakan bimbingan teknis bagi tokoh masyarakat sebagai tokoh penggerak perubahan perilaku masyarakat.

“Advokasi tingkat kecamatan, desa dan kelurahan akan dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota. Perawat puskesmas dibantu aparat desa mengecek kesiapan dan kondisi rumah untuk isolasi skala kecil. Pengawasan pasien oleh perawat puskesmas sesuai arahan dokter,” tambah Darda.

Bagi keluarga pasien yang terkonfirmasi positif akan dilakukan upaya promotif preventif, tracking dan pelayanan kesehatan. Seluruh tahapan akan dilakukan sesuai dengan pedoman konsep Bele Huyula Mandiri.

Masa transisi new normal akan di evaluasi setelah 2 pekan penerapannya dimana akan berakhir pada 28 Juni 2020 mendatang.(adv/alex)