Beras ‘Brosot’ di Wonorejo, Anis Wijayanti: Jika Tak Sesuai, Saya Minta Supplier Mengganti

Beras ‘Brosot’ di Wonorejo, Anis Wijayanti: Jika Tak Sesuai, Saya Minta Supplier Mengganti

22/07/2020 18:52 0 By Maman

Kades Wonorejo, Anis Wijayanti.

Hulondalo.id (Tulungagung) – Kepala Desa Wonorejo Anis Wijayanti, meminta supplier untuk mengganti beras ‘brosot’ atau beras kualitas rastra, yang terlanjur diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT, jika kualitasnya tak sesuai.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut lapor ke desa, jika menerima beras yang tidak sesuai kualitas yang disepakati, yakni, medium baru selep.

“Jangan malah lapor ke media, jika tahu ada warga kami yang mendapat beras tidak sesuai yang ditentukan, pemerintah desa akan minta ke supplier untuk mengganti,” kata Anis di kantornya, Rabu (22/07/2020).

Untuk memastikannya lanjut Anis, perangkat desa diminta untuk mendatangi KPM yang telah menerima BPNT. Namun kata dia, keterangan yang diperoleh, kualitas beras BPNT cukup bagus dan layak konsumsi.

“Tadi kita kumpulkan perangkat desa, dan belum ada yang mengeluh atau minta ganti,” paparnya.

Ditempat yang sama, agen Penyalur BPNT Desa Wonorejo, Wiwik Kusumaningsih mengaku, kualitas beras tidak sebagus sebelumnya. Namun menurutnya masih layak. Jika ada KPM yang ingin mengembalikan, sebagai agen, Wiwik siap mengganti dengan beras yang lebih bagus.

Agen penyalur BPNT Wiwik dan Binti saat bersama perwakilan AKD Muhammad Suhardi, Kapolsek Sumbergempol AKP Nengah Suteja, Babhinkamtibmas dan Babinsa melihat langsung beras yang telah dibagikan ke KPM di Balai Desa.

Hingga kini Wiwik mengaku, belum ada KPM yang datang ke agen untuk komplain beras yang diterima.

Selain agen penyalur BPNT Wiwik dan Binti, di Balai Desa juga hadir perwakilan Asosiasi Kepala Desa (AKD) Muhammad Suhardi, Kapolsek Sumbergempol AKP Nengah Suteja, Babhinkamtibmas dan Babinsa yang melihat secara langsung beras yang telah dibagikan ke KPM.

“Ada sedikit keteledoran, dengan adanya kejadian seperti ini, berarti fungsi pengawasan sudah bagus dan berjalan,” kata Muhamad.

Menurutnya, hal ini terjadi karena ketersediaan barang di supplier yang terbatas, dan jadwal penyaluran BPNT yang hampir bersamaan.

“Jika jelek, ya harus diganti.” pungkasnya.

Saat itu, satu karung sampel beras nampak dibawa ke Polsek Sumbergempol. (MO)